Retur pembelian adalah salah satu istilah dalam bisnis yang mungkin sudah sering kamu dengar sebelumnya, apalagi kalau kamu berkecimpung di dunia perbisnisan. Apalagi kalau usaha yang kamu jalankan adalah jual beli barang, retur pembelian adalah hal yang sering terjadi. Lantas, apa sebenarnya retur pembelian?

Secara sederhana, retur pembelian adalah sebuah tindakan untuk mengembalikan barang kepada pelanggan. Tindakan ini umumnya terjadi dalam proses jual beli karena pelanggan tidak ingin untuk menerima barang yang ia beli. Akan tetapi, ada banyak faktor yang bisa menyebabkan terjadinya retur pembelian lho.

Sebagai pemilik bisnis, kamu hendaknya mengetahui tentang apa itu retur pembelian. Jika suatu saat hal ini terjadi dalam bisnismu, kamu sudah tahu bagaimana untuk melakukannya. Retur pembelian adalah kejadian yang patut ditangani dengan baik-baik oleh pemilik bisnis.

Nah, untuk itu, berikut di bawah ini kamu akan mengetahui penjelasan singkat mengenai retur pembelian. Selain itu, kalau kamu ingin mempelajari faktor penyebab retur pembelian adalah yang seperti apa, di dalam artikel ini kamu akan menemukannya! Yuk, simak!

 

Retur Pembelian adalah

Pengertian Retur Pembelian adalah Sebagai Berikut

Kamu tentu sudah mengetahui bahwa dalam kegiatan jual beli, ada dua pihak yang terlibat, yaitu penjual dan pembeli. Ada kalanya ketika pembeli melakukan pembelian suatu barang, ia tidak ingin menerima barang tersebut karena satu atau faktor penyebab lainnya. Pembeli tersebut mengembalikan barang oleh karenanya.

Nah, itulah yang disebut dengan retur pembelian. Retur pembelian adalah pada dasarnya tindakan pengembalian barang dari sisi pembeli. Pembeli ini bukan saja berupa individual, melainkan bisa berupa perusahaan, pengelola, ataupun lainnya yang melakukan pembelian barang. Tindakan ini sendiri diajukan kepada pihak penjual.

Jadi, barang yang sudah dibeli dan sampai ke alamat pembeli ini “ditolak” oleh pembeli dan dikembalikan kepada penjual. Pembeli ini berhak untuk mendapatkan refund, baik itu berupa dalam nominal uang yang sama dengan yang dikeluarkan atau memperoleh barang pengganti yang sama dengan yang dipesan sebelumnya. 

Baca Juga 
Ini Dia Cara Mencari Laba Kotor yang Mudah untuk Bisnis

Penjual lalu bertanggung jawab atas hal tersebut. Dari sisi penjual, kamu bisa mengembalikan barang tersebut kepada supplier, lalu uang atau kredit toko akan mereka kembalikan kepadamu. Tapi, bisa saja pengembalian tersebut berupa hal yang lain. Semua ini tergantung pada kebijakan yang kamu punya. 

Retur pembelian adalah hal yang sudah umum terjadi, terutama pebisnis yang mengambil barang dari supplier. Tindakan pengembalian ini juga tidak jarang dijumpai dilakukan dalam kuantitas yang banyak. Tapi, jangan khawatir, ini merupakan termasuk pada perputaran bisnis, di mana barang yang dikembalikan tersebut akan dijual kembali.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini 3 Cara Mencari Supplier Tangan Pertama!

 

Retur Pembelian adalah

Jenis-Jenis Retur Pembelian

Setelah ketahui garis besar mengenai retur pembelian adalah yang seperti apa, kamu juga perlu mengenal jenis-jenis dari retur pembelian. Terdapat dua jenis retur pembelian yang dibedakan berdasarkan jenis transaksnya.

Rincian singkat dari kedua jenis retur pembelian adalah sebagai berikut.

  • Tunai

Retur pembelian secara tunai akan mengembalikan barang dalam cash sejumlah utuh yang dibeli pertama kali oleh pembeli. Jadi, ketika melakukan retur pembelian, penjual tidak akan mengenakan biaya lebih atau tanggungan lain, seperti bunga yang biasanya ada ketika melakukan pembelian secara kredit.

  • Kredit

Sesuai dengan namanya, retur pembelian jenis ini akan mengembalikan sejumlah uang yang dikeluarkan pembeli secara kredit. Dalam jenis ini, tentu akan muncul tanggungan biaya lain seperti utang usaha atau dagang yang berasal dari belum lunasnya pembayaran barang yang dibeli secara penuh.

Baik itu tunai atau kredit, retur pembelian adalah proses yang akan memakan waktu, biaya, dan upaya yang cukup besar. Hal ini yang menyebabkan bahwa kamu sebagai pemilik bisnis perlu mencatat semua retur pembelian yang terjadi dan mengeceknya secara berkala. 

Baca Juga 
8 Cara Jitu Fokus Bekerja Saat Berpuasa Ramadhan

Pasalnya, pada laporan tersebut, kamu jadi tahu berapa saldo kredit dan saldo debit pada saat retur pembelian terjadi. Tujuan lain dari laporan retur pembelian adalah tentu untuk mempermudahmu untuk melihat kerugian yang didapatkan oleh bisnismu.

Tonton Juga: #SellerStory Bolalicious : Cara mengembangkan usaha Merchandise sepak bola.

 

Retur Pembelian adalah

Faktor-faktor Penyebab Retur Pembelian

Tentu ada beberapa hal yang bisa menyebabkan mengapa retur pembelian bisa terjadi. Umumnya, faktor-faktor ini terjadi di luar kendalimu. Jadi, kamu tidak perlu khawatir! Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab retur pembelian di bawah ini, kamu bisa menyusun langkah-langkah untuk mengatasinya.

Faktor-faktor penyebab retur pembelian adalah sebagai berikut.

  • Barang Rusak

Penyebab utama dari retur pembelian adalah pembeli mendapati kerusakan atau kecacatan pada barang yang ia terima. Kerusakan ini biasanya terjadi pada barang ketika sudah keluar dari gudang penyimpanan. Dengan kata lain, pada proses pengiriman bisa saja terjadi hal-hal tak terduga yang mampu menyebabkan kerusakan pada barang. 

Jika hal tersebut terjadi, kamu bisa mengajukan penggantian kepada pihak pengiriman karena penyebabnya berasal dari pihak mereka. Biasanya, terdapat biaya asuransi yang mampu menutupi biaya ganti ruginya.

Akan tetapi, ada baiknya kalau kamu tetap mengecek sumber kerusakannya. Ada kemungkinan juga kalau barang sudah rusak atau cacat dari awal. Kalau hal ini yang terjadi, hendaknya pihakmu yang melakukan pengembalian sesuai dengan kebijakan atau SOP bisnis. 

Retur Pembelian adalah

  • Salah Terima Barang

Retur pembelian juga dapat terjadi ketika pembeli menerima barang yang bukan ia beli sebenarnya. Kesalahan ini bisa berupa salah kirim spesifikasi barang, misalnya warna, ukuran, model, hingga jenisnya. Kejadian ini bisa berasal dari pihak penjual maupun pembeli. 

Entah itu dari sisi penjual mengirim barang yang tidak sesuai pesanan, atau pembeli yang memang salah memesan barang yang ingin dibeli. Maka dari itu, kamu perlu punya kebijakan sendiri terkait salah terima barang ini agar kedua pihak mampu menemukan jalan tengah.

  • Pengiriman Lambat

Barang yang tak kunjung sampai ke alamat tujuan pembeli juga bisa jadi salah satu penyebab terjadinya retur pembelian lho. Jika waktu pengiriman barang sudah melebihi estimasinya, kamu perlu mengerti bahwa bisa terjadi kemungkinan jika pelanggan tersebut akan mengajukan pengembalian barang.

Baca Juga 
Melirik Potensi Keuntungan Bisnis Laundry Rumahan

Oleh karena itu, kamu perlu selalu siaga untuk mengecek status pengiriman barang masing-masing pelanggan. Dengan begitu, kamu bisa mengantisipasi kalau ada barang yang akan terlambat sampai dan menginformasikannya kepada pelanggan.

Baca Juga: Macam-Macam Jasa Pengiriman Barang yang Perlu Kamu Tahu

Itulah ketiga penyebab retur pembelian yang mungkin bisa terjadi. Sebagai pemilik bisnis, hendaknya kamu memaklumi faktor-faktor tersebut karena wajar terjadi. Yang perlu kamu lakukan adalah bagaimana cara untuk melakukan retur pembelian yang diajukan oleh pembeli. 

Demikian, di atas adalah pembahasan singkat mengenai retur pembelian, jenis, dan faktor penyebabnya. Retur pembelian adalah tindakan yang nampaknya simple, tapi nyatanya perlu upaya yang besar untuk melakukannya.

Ingin cara yang efektif untuk mengatur dan mengecek orderan di channel penjualan onlinemu? Pakai aja SmartSeller! Fitur order management dirancang khusus untuk Seller agar mudah mengelola semua jualan di mana aja! Selain itu, SmartSeller juga menyediakan banyak Seller berkualitas kalau kamu punya rencana jadi reseller lho. Yuk, download SmartSeller sekarang!