Soft selling adalah istilah yang sudah umum diketahui, terutama dalam dunia pemasaran atau secara lebih luasnya, dalam dunia bisnis. Penjualan dalam bisnis dapat dinilai bagus atau tidak tergantung dari bagaimana teknik promosi bisnis yang digunakan. Nah, soft selling adalah salah satu teknik promosi yang bisa digunakan tersebut.

Ya, teknik soft selling adalah salah satu strategi mendasar yang banyak digunakan dalam pemasaran bisnis, di mana teknik lainnya yang banyak digunakan juga adalah teknik hard selling. Tentunya, keduanya memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing.

Karena itulah, bagi kamu yang ingin memulai atau tengah mengelola suatu bisnis, kamu harus panda memilih strategi promosi mana yang dapat digunakan untuk promosi bisnismu. Apakah teknik soft selling adalah pilihan yang cocok, atau teknik hard selling yang lebih tepat untuk memajukan bisnismu.

Biasanya, teknik soft selling adalah teknik yang digunakan sebagai pelengkap dari promosi hard selling. Namun, ada juga yang melakukan sebaliknya, yaitu menjadikan promosi hard selling sebagai pelengkap dari promosi soft selling.

Bagi kamu para pebisnis, mengetahui tentang soft selling adalah salah satu hal penting untuk membantu memperluas pengetahuan bisnismu. Nah, untuk memudahkan pemahaman kamu mengenai soft selling serta cara melakukan strateginya, simak pembahasannya berikut ini!

 Soft Selling adalah Kunci Penting dalam Bisnis

Soft Selling adalah

Soft selling adalah teknik memperkenalkan atau menawarkan informasi suatu produk dengan cara tidak langsung. Artinya, saat ingin menawarkan produk dengan cara soft selling, sebuah cerita atau narasi harus dibangun terlebih dahulu, setelah itu barulah produk dapat ditawarkan secara halus kepada calon konsumen. Soft selling adalah teknik penjualan yang tidak mendesak, halus, dan persuasif. Teknik soft selling adalah teknik yang ditujukan untuk menciptakan pengalaman penjualan yang berkesan bagi para target konsumen secara emosional dan dalam jangka yang panjang.

Baca Juga 
Rincian Modal dan Cara Memulai Usaha Percetakan Bagi Pemula

Baca juga: Konsep Strategi Pemasaran: Pengertian dan Cara Membuat

Meskipun soft selling tidak secara langsung meminta seseorang untuk membeli sesuatu, seperti halnya teknik hard selling, tapi teknik soft selling dapat menjadi proses yang penting dalam meningkatkan nilai produk dan brand. Karena itu, promosi soft selling adalah hal penting yang perlu dilakukan dan diiringi dengan pengetahuan mendalam mengenai keunggulan produk serta layanan yang kamu tawarkan.

Ada banyak contoh soft selling yang bisa kamu gunakan untuk menarik konsumen. Salah satunya misalnya, yaitu dengan menggunakan konten iklan seperti cerita yang banyak digunakan oleh berbagai brand saat ini.

Cara Melakukan Soft Selling

Ada berbagai cara yang bisa kamu praktekkan dalam menerapkan strategi soft selling untuk meningkatkan bisnismu, berikut beberapa di antaranya:

Soft Selling adalah

  1. Lakukan Riset

Cara pertama yang harus kamu lakukan sebelum mulai menggunakan teknik soft selling adalah melakukan riset pasar. Kamu harus mempelajari sebanyak mungkin tentang tantangan bisnis dan sudut pandang konsumen di saat ini.

Hal ini akan membantu kamu untuk menentukan apakah produk yang kamu tawarkan cocok bagi konsumen atau tidak. Dengan melakukan riset, kamu juga dapat membuat rekomendasi terbaik untuk konsumen.

  1. Buat Promosi atau Iklan dengan Sentuhan Personal

Saat melakukan soft selling, memberikan sentuhan personal saat mempromosikan atau menawarkan produk akan sangat membantu penjualanmu. Dengan sentuhan personal maka akan menimbulkan kesan empati dalam promosi atau iklanmu.

Salah satu contohnya, saat menggunakan pendekatan soft selling, cobalah untuk membuat promosinya terasa santai. Misalnya, dengan mengajak konsumen jadi merasa terlibat dalam sebuah percakapan. Penggunaan nada bahasa yang informal juga akan membuat konsumen jadi lebih tertarik untuk terlibat dalam diskusi karena tidak terkesan kaku.

  1. Fokus Membangun Hubungan dengan Konsumen

Tujuan dari teknik soft selling adalah untuk mendapatkan dan mempertahankan konsumen agar mereka tetap loyal dengan produk yang kamu miliki. Karena itu, kamu harus membuat suatu bentuk promosi yang dapat membuat konsumen merasa betah dengan produkmu.

Baca Juga 
Lakukan 6 Hal Ini, Agar Anda Disukai Oleh Customer!

Membina hubungan yang positif dengan konsumen itu sangat penting untuk penjualan dan juga untuk membangun loyalitas. Ketika suatu brand mampu mengenal para konsumennya dengan baik, maka konsumen pun akan merasa dihargai. Hal itu tentunya juga akan berdampak pada penjualan dalam bisnismu.

  1. Selalu Aktif Mendengarkan Konsumen

Bagi seorang penjual, kemampuan mendengar secara aktif itu dinilai sangat penting. Ketika konsumen merasa didengar, maka akan membangun kredibilitas yang dapat meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produkmu.

Soft Selling adalah

Hal ini juga akan memudahkan kamu dalam melakukan soft selling dan memberikan penawaran yang dibutuhkan konsumen kamu. Nah, kamu bisa berlatih untuk mendengarkan konsumen secara aktif dengan menggunakan bahasa tubuh yang terbuka sambil mendengarkan konsumen kamu. Manfaatkanlah platform digital seperti media sosial untuk meminta feedback kepada konsumen.

Baca juga: 4 Strategi Pemasaran yang Cocok untuk Bisnis Online

  1. Ajukan Pertanyaan kepada Konsumen

Cara selanjutnya yang bisa kamu lakukan untuk soft selling adalah bertanya kepada konsumen. Saat kamu mengajukan pertanyaan yang terbuka dan relevan kepada konsumen, hal itu jadi menunjukkan minat yang tulus dari kamu untuk membantu konsumen dalam memecahkan masalah yang mereka miliki. Selain itu, mengajukan pertanyaan lanjutan pun juga akan membantu kamu untuk lebih mengenal dan membangun banyak relasi atau hubungan dengan konsumenmu.

Misalnya, mengajukan pertanyaan untuk konsumen dalam bentuk survei. Dengan mengajukan pertanyaan seperti ini, tentu akan membantu kamu dalam mendapatkan kepercayaan dari konsumen sekaligus juga mendapatkan konteks penuh dari situasi yang mereka hadapi dan masalah yang mereka miliki. Dari situlah kamu bisa melakukan perbaikan atau pengembangan untuk produk maupun pelayanan bisnismu.

  1. Memberikan Nilai pada Produk Tanpa Meminta Konsumen untuk Membeli

Bisa dibilang bagian yang agak sulit dalam penerapan strategi soft selling adalah bagian yang satu ini. Menambahkan nilai pada produkmu berarti memberikan pengalaman yang baik juga pada konsumenmu. Tapi, tidak berarti kamu harus langsung menghasilkan penjualan.

Baca Juga 
25 Contoh Produk Jasa di Indonesia dan Penjelasannya

Soft Selling adalah

Nilai ini bisa menunjukkan kelebihan produkmu dibandingkan produk kompetitor lainnya. Tentunya, hal ini akan memberi kesan bahwa produkmu adalah pilihan yang terbaik di bidang atau jenisnya.

  1. Memberikan Waktu pada Konsumen untuk Memutuskan

Selagi konsumen mempertimbangkan apakah penawaran produkmu adalah pilihan yang tepat bagi kebutuhan mereka, berikanlah ruang kepada konsumen untuk mengambil keputusan.

Pada akhirnya dengan pendekatan soft selling, konsumen hanya akan menerima informasi yang relevan dengan mereka dari kamu. Informasi ini akan membantu penetapan keputusan mereka tanpa membuat mereka merasa tertekan atau terburu-buru untuk membeli produknya.

 

Dari pembahasan di atas maka dapat dilihat bahwa soft selling adalah salah satu strategi promosi penjualan yang patut untuk dicoba oleh para pebisnis. Mengelola bisnis memang bisa jadi tantangan tersendiri karena ada berbagai strategi yang perlu dipertimbangkan dan diterapkan, tapi bukan berarti mustahil untuk dilakukan.

Untuk mempermudah pengelolaan bisnis kamu, kamu bisa memanfaatkan sistem yang baik untuk membantu pengelolaan bisnismu, lho. Di sinilah kamu bisa menggunakan platform SmartSeller untuk membantu mempermudah pengelolaan serta mempercepat pelayanan bisnis kamu!