Ada berbagai macam jenis bisnis yang cocok dilakukan oleh pemula salah satunya bisnis makanan ringan. Sedari dulu produk makanan ringan memang jadi bisnis yang memang cepat untung dan juga mudah dilakukan. Bahkan beberapa merek makanan ringan saat ini mengawali jalannya lewat dapur rumahan.

Bagi kamu yang masih pemula dan ingin buka bisnis makanan ringan ada beberapa tips yang bisa kamu gali dan terapkan agar rencana bisnis makanan ringan berjalan lancar dan tentu bisa mendulang cuan. Apa saja tips-tipsnya? Simak penjelasan berikut ini.

1. Jangan Bangun Komoditas, tapi Bangun Brand Identity

Pemula Bisnis Makanan Ringan

Perusahaan makanan ringan memang jadi salah satu komoditas yang cukup besar di Indonesia. Namun itu bukan berarti kamu ikut memasuki arus komoditas sendiri adalah konsep atau cara jualan yang sangat konvensional sehingga kamu bisa dengan mudah menjual produk kamu ke pasaran.

Memang lebih mudah, namun bisnis komoditas biasanya tidak hanya satu atau dua saja yang terjun ke dalam ekosistem bisnisnya, bisa ribuan bahkan jutaan. Dimana jawabannya ada dua, bisnismu akan stagnan atau bahkan lebih buruk yaitu gulung tikar karena tidak mampu bersaing.

Baca juga: Ide-Ide Usaha Makanan Kekinian yang Bikin Bisnis Cuan

Bisnis makanan ringan merupakan bagian dari komoditas dimana kamu harus memiliki brand atau identitas sendiri agar mudah dikenali, memiliki ciri khas, dan tentu bisa bertahan di kemudian hari. Jadi, langkah pertama sebagai pemula di bisnis makanan ringan adalah fokus untuk membangun brand.

Membangun brand memang membutuhkan waktu lama dan tidak bisa mendapatkan hasil yang instan. Namun sama seperti berlian, membangun brand butuh proses yang lama agar menjadi sebuah nilai manfaat bagi bisnis. Nah, dalam membangun brand setidaknya kamu harus memperhatikan hal berikut ini:

  • Analisis apa yang orang-orang inginkan dan belum terpenuhi.
  • Cari unique selling point atau unsur pembeda dari bisnis makanan ringan kamu dengan yang lain.
  • Melakukan positioning, bisnis makanan ringan kamu berada di posisi mana dengan kompetitor.
  • Tentukan siapa konsumennya, berapa usianya, tinggal dimana, dan apa personanya. Misal, apakah anak sekolahan yang mudah bergaul, pekerja kantoran, atau bahkan ibu-ibu.
  • Buat nama usaha yang menarik, eye-catching, dan mudah diingat.
  • Membuat logo untuk mewakili identitas visual bisnis makanan ringan kamu.
  • Tentukan tone of voice sesuai persona konsumen kamu.
  • Tentukan konsep penjualan yang ingin kamu gunakan. 
Baca Juga 
Perkiraan Modal Usaha Sembako untuk Buka Usaha di Rumah

Nah, poin-poin di atas tadi setidaknya bisa kamu buat dalam perencanaan bisnis makanan ringanmu nanti. Untuk masalah desain dan logo, kamu bisa meminta bantuan teman atau jasa pembuatan logo yang murah dan khusus untuk pelaku usaha mikro.

2. Eksplorasi Jenis Makanan Ringan

Membangun sebuah bisnis makanan dan minuman tidak bisa dilakukan dalam semalam, apalagi jika kamu pemula di bisnis makanan ringan. Kamu harus terus melakukan observasi, meracik bahan makanan dan komplemennya hingga proses testing. Setidaknya kamu memerlukan waktu satu hingga dua bulan untuk mengeksplorasi makanan ringan apa yang ingin kamu jual.

Seperti kata Seth Godin dalam bukunya Purple Cow,  “Sedikit berbeda lebih baik dari pada sedikit lebih baik” bisa kamu terapkan di bisnis makanan ringan mu. Makanan ringan yang tersebar saat ini umumnya adalah keripik kentang, singkong, dan pisang. Nah, kamu bisa mengeksplorasi makanan ringan yang lebih unik dan belum ada di Indonesia. Sekalipun ingin meracik snack yang sudah ada, kamu bisa membawa snack peranakan dari berbagai daerah. Misalnya, ampyang, lanting, atau gendar.

Baca juga: 6 Cara Menghitung Harga Jual per Unit dalam Bisnis

3. Buat Makanan Ringan dengan Rasa yang Tidak Biasa

Tidak hanya bahanan makanan. Kamu juga wajib melakukan eksplorasi rasa agar snack yang kamu jual bisa mengundang banyak perhatian pembeli. Mungkin, bumbu keju, coklat, dan pedas masih bisa kamu gunakan. Namun buatlah varian rasa yang lebih unik. Misalnya rasa pedas manis a la bumbu korea dan masih banyak lagi hal yang bisa kamu eksplorasi.

4. Buat Kemasan Semenarik Mungkin jadi Kunci Utama Bagi Pemula di Bisnis Makanan Ringan

Pemula Bisnis Makanan Ringan

Apabila kamu sudah mantap dengan jenis makanan ringan dan rasa yang ingin kamu tunjukkan di produkmu, saatnya buat kemasan makanan ringan semenark mungkin. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membuat kemasan makanan ringan di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Gunakan bahan packaging yang mampu menahan minyak, cairan, tidak mudah rusak, dan tentu aman digunakan untuk makanan.
  • Gunakan desain yang eye-catching. Misalnya dengan menggunakan bentuk kemasan yang tidak biasa dan colorful.
  • Pastikan kemasan makanan ringan tidak memakan tempat atau mudah dibawa kemana-mana. Ingat, makanan ringan sejatinya adalah makanan yang convertible atau bisa dibawa.
  • Berikan value lebih pada kemasan makanan ringan. Misalnya kemasan dapat digunakan kembali.
Baca Juga 
5 Situs Web Kwitansi Online untuk Bisnis Daringmu!

Baca juga: 8 Cara Sederhana untuk Memulai Website Toko Online

5. Buat Paket Bundling

Jangan sungkan untuk membuat produk paket bundling. Hal ini biasanya orang-orang membeli makanan ringan tidak satu atau dua buah. Namun biasanya lebih dari dua. Nah, untuk memanfaatkan perilaku konsumen, kamu bisa membuat paket bundling dengan harga yang lebih murah atau mendapat benefit lain. Misalnya gratis satu buah produk.

6. Manfaatkan Konten di Media Sosial

Pemula Bisnis Makanan Ringan

Saat ini banyak para pelaku usaha yang memanfaatkan konten di media sosial sebagai sarana berjualan. Mulai dari membuat short video, story telling, testimonial highlight, dan kuis-kuis. Selain mampu menambah pengikut di media sosial, konten yang menarik juga jadi sarana untuk melakukan upaya pendekatan kepada konsumen secara berlanjut atau istila ekonominya adalah retensi konsumen.

7. Meski Pemula di Bisnis Makanan Ringan, Jangan Lupa Pasang Iklan

Meski pemula di bisnis makanan ringan, kamu perlu sadari bahwa kamu hidup di era digital salah satunya yang berkaitan dengan jual-beli yaitu iklan online atau online ads. Pastikan kamu memanfaatkan hal ini untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Salah satunya melalui iklan Facebook atau Google.

Baca juga: Bisnis Kecil dengan Modal Kecil yang Bisa Dimulai Sejak Dini

8. Jangan Takut untuk Menjual Secara On-Site

Meski saat ini serba online, bisnis makanan adalah bisnis yang bisa dirasakan langsung oleh konsumen baik enak atau tidaknya, bagaimana respon konsumen, dan tentu apabila cemilan kamu menarik, menjual makanan ringan di tempat langsung bisa mengundang banyak konsumen. Pastikan kamu tetap mengikuti mekanisme pasar on-site. Misalnya membuka booth dan mengikuti pameran, atau berkeliling menggunakan mobil.

Baca Juga 
Ide Usaha untuk Ibu Rumah Tangga yang Dijamin Untung Terus

9. Manfaatkan Semua Channel Penjualan yang Ada

Pemula Bisnis Makanan Ringan

Satu hal yang sering diabaikan adalah memilih-milih channel penjualan. Berbeda dengan barang elektronik maupun fashion, pasar makanan ringan sangat luas. Sehingga kamu wajib memanfaatkan seluruh channel penjualan. Mulai dari Instagram, Facebook, TikTok, Telegram, Whatsapp,layanan pesan-antar makanan, dan beberapa marketplace yang ada di Indonesia.

10. Gunakan Aplikasi Penunjang untuk Berjualan

Terakhir, jika semuanya sudah matang dan berjalan dengan lancar serta kamu ingin mengembangkan bisnis kamu menjadi lebih besar lagi, menggunakan aplikasi penunjang berjualan adalah hal yang tidak boleh kamu lewatkan sebagai pemula di bisnis makanan ringan.

Pasalnya, dengan menggunakan teknologi aplikasi, proses operasional bisnis kamu jadi lebih mudah tanpa harus ribet mengurus laporan atau melakukan rekonsiliasi data dari channel penjualan satu dengan lainnya.

Salah satu aplikasi toko yang bisa kamu gunakan adalah SmartSeller. Dengan SmartSeller kamu bisa mengelola stok barang di berbagai channel toko kamu dengan mudah tanpa harus melakukan stok opname secara manual Apabila kamu tertarik dengan SmartSeller, klik tautan berikut ini untuk melihat fitur dan coba gratis.