Perbedaan reseller dan dropship seringkali dipertanyakan bagi mereka yang baru ingin memulai bisnis. Sebenarnya hal tersebut tidak mengherankan mengingat tidak semua orang mengerti bisnis online, apalagi istilah-istilah tersebut semakin marak seiring dengan berkembangnya bisnis saat ini.

Saat ini bisnis sudah mulai dilakukan oleh berbagai lapisan dari masyarakat. Sedikit banyak hal tersebut disebabkan oleh bisnis online. Mengetahui perbedaan reseller dan dropship juga penting agar masyarakat bisa menentukan metode bisnis apa yang ingin mereka jalani di antara kedua hal tersebut.

Belanja Online

Perbedaan Reseller dan Dropship

Belakangan ini, belanja online semakin marak dilakukan oleh masyarakat. Belanja online sebenarnya bukan hal baru mengingat hampir 1 dekade cara belanja tersebut sudah tersedia. Namun belakangan ini, masyarakat menjadi semakin akrab apalagi teknologi semakin memudahkan hal tersebut.

Belum lagi, keadaan pandemi semakin mempercepat hal tersebut terjadi. Pembatasan kegiatan serta kontak fisik membuat masyarakat sempat kelimpungan menjalani aktivitasnya. Beruntung, banyak hal yang bisa dilakukan secara online termasuk belanja. Akhirnya belanja online pun tetap sering dilakukan meskipun keadaan pandemi sudah bisa dibilang cukup membaik.

Praktisnya belanja online membuat banyak masyarakat yang menyenangi hal tersebut. Bayangkan saja, kamu tidak perlu beranjak dari suatu tempat untuk membeli barang yang beberapa hari kemudian akan datang. Sebagian besar barang yang ada di offline juga bisa dicari secara online. Harganya juga tak kalah kompetitif jika tidak lebih murah.

Begitupun berjualan online. Banyaknya masyarakat yang saat ini berbelanja secara online membuat banyak juga yang berpikir untuk berjualan secara online. Setali tiga uang, prosesnya juga lebih praktis dibandingkan melakukan secara offline. Perbedaan yang paling terasa dari berjualan online selain kamu bisa melakukan dari manapun adalah modalnya jauh lebih hemat. 

Bagaimana tidak, kamu tidak perlu menyewa tempat untuk berjualan secara online. Hal tersebut sudah cukup signifikan apalagi bagi para pebisnis baru dengan modal terbatas yang akhirnya bisa fokus pada kualitas produknya saja. Promosi juga bisa dilakukan secara gratis seperti di media sosial.

Baca Juga 
Jenis-jenis E-Commerce yang Paling Banyak Digunakan di Indonesia!

Namun, salah satu yang paling menolong adalah dengan adanya fitur reseller dan dropship pada belanja online. Masih banyak orang yang tidak mengerti atau tahu perbedaan reseller dan dropship pada belanja online. Oleh karena itu, artikel ini akan menjelaskan perbedaan kedua hal tersebut.

Pengertian Reseller

Perbedaan Reseller dan Dropship

Istilah yang satu ini sering terdengar terutama pada brand yang sudah mulai cukup sukses atau bahkan sudah sukses. Praktik yang satu ini juga terkadang tidak dilakukan pada bisnis online saja, tapi juga bisnis offline. Kamu pasti sudah melihat atau bahkan membeli barang yang dijual oleh reseller. 

Sesuai namanya, reseller adalah penjual kembali. Mereka menjual barang dari satu atau berbagai tempat tapi tidak digunakan untuk konsumsi pribadi. Mereka menjual kembali produk tersebut dengan harga yang lebih mahal dibandingkan ketika mereka membeli barang tersebut.

Pada praktik yang satu ini juga terdapat yang resmi ataupun tidak resmi. Pada reseller resmi, keadaan barang tersebut tentu bisa dipertanggungjawabkan mengingat produk diserahkan kepada pihak yang mempunyai tanggung jawab atas penjualan barang tersebut dan berbeda dengan yang tidak resmi.

Pada reseller tidak resmi, kondisi barang biasanya belum tentu bisa dipertanggungjawabkan. Biasanya reseller tidak resmi menjual barang yang jarang atau bahkan langka dan tidak bisa didapatkan di toko resmi. Namun tak jarang dari mereka juga yang menjual barang yang bisa didapatkan di toko resmi.

Baca Juga: Cara Mudah Menjadi Reseller Online Sukses untuk Pemula

Pengertian Dropshipper

Perbedaan Reseller dan Dropship

Lain reseller lain lagi dropshipper. Kedua hal tersebut saat ini seringkali diasosiasikan satu sama lain. Meskipun prosesnya tidak jauh berbeda, tapi tetap ada perbedaan yang signifikan pada kedua hal tersebut. Salah satu yang paling jelas adalah dari pengiriman barang yang dijual.

Baca Juga 
Tips Menemukan Distributor Pet Shop yang Tepat untuk Pengusaha Baru

Dropship sendiri adalah sistem penjualan di mana dropshipper tidak menyimpan stok barang yang mereka jual. Stok barang tersebut berada di para supplier yang mereka ajak bekerjasama. Pengiriman yang dilakukan pun langsung dari tempat dan dilakukan oleh para supplier barang itu sendiri.

Bisa dibilang, para dropshipper ini adalah perantara antara para supplier dan para pembeli. Karena satu dan lain hal, baik supplier dan pembeli membutuhkan jasa dropshipper pula agar transaksi dapat terjadi. Bisa disebabkan karena berbagai hal seperti jangkauan yang tidak luas, ataupun ingin lebih praktis dan lain-lain.

Tonton Juga: #SellerStory Haromain Dates : Dari Guru Ngaji Hingga Omset Ratusan Juta Per Hari

Perbedaan Reseller dan Dropship

Seperti yang disebutkan sebelumnya, kedua hal ini kerap diasosiasikan satu sama lain. Padahal, kedua hal ini bisa dibilang berbeda sekali dalam berbagai hal. Berikut adalah beberapa perbedaan reseller dan dropship yang bisa membantu kamu membedakan kedua hal tersebut.

  • Cara Kerja

Salah satu yang paling terlihat adalah cara kerja kedua hal tersebut. Pada reseller, proses bisnis yang ia lakukan tidak jauh berbeda dengan mempunyai bisnis sendiri. Ia tidak hanya mempunyai proses produksi karena itu dilakukan oleh supplier yang ia miliki. Namun ia tetap perlu menjalani proses stok barang, pemasaran, hingga penjualan dan pengiriman produk tersebut.

Perbedaan Reseller dan Dropship

Berbeda dengan dropship di mana para dropshipper tidak perlu melakukan hal tersebut. Ia hanya perlu menjual barang tersebut kepada pembeli yang membutuhkan. Ia kemudian meneruskan pesanan tersebut kepada supplier. Bisa dibilang bahwa cara kerja dropshipper jauh lebih sederhana dibandingkan cara kerja para reseller.

  • Modal Kerja

Perbedaan reseller dan dropship yang kedua adalah modal kerja. Meskipun kedua hal tersebut membutuhkan modal lebih sedikit daripada menjual produk sendiri ternyata modal kerjanya tetap berbeda. Reseller tetap membutuhkan modal kerja yang lumayan besar, apalagi jika harga dan jumlah produk yang ingin kamu jual merupakan produk dari brand besar. Belum lagi mereka perlu tempat untuk menyimpan stok produk tersebut.

Baca Juga 
Menulis Nomor Invoice Adalah Wajib, Begini Alasannya!

Berbeda halnya dengan dropship. Pada proses dropship, modal yang dikeluarkan bisa sangat kecil atau bahkan tidak perlu. Hal tersebut dikarenakan posisi mereka yang hanyalah sebagai perantara. Mereka tidak perlu menyimpan barang dan bahkan pada proses pengiriman mereka hanya perlu meneruskan atau melakukan pengiriman barang melalui modal yang mereka terima dari pembeli tersebut.

Baca Juga: Keuntungan Sistem Dropship dan Tips Memulainya Agar Sukses

  • Tanggung Jawab

Meskipun keduanya tetap membutuhkan tanggung jawab, tapi tetap ada perbedaan antara reseller dan dropship. Pada reseller, tanggung jawab yang mereka punya jauh lebih besar, apalagi jika mereka merupakan reseller resmi. Belum lagi mereka mempunyai stok yang dihabiskan jika penjualan tidak berjalan lancar.

Berbeda halnya dengan dropship. Mereka sama sekali tidak berhubungan dengan kualitas barang karena produk dikirim langsung dari supplier. Mereka juga tidak perlu khawatir produk terbuang percuma karena mereka tidak menyimpan stok barang. Jadi, tanggung jawab dropshipper pun berbeda.

Demikian adalah penjelasan singkat mengenai reseller dan dropship. Kamu bisa mempertimbangkan kedua hal tersebut atau memulai produk sendiri ketika mulai berjualan. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Semua tergantung pada modal, konsep, dan ide yang kamu miliki untuk bisnis kamu.

Jika kamu mempertimbangkan untuk menjual produk sendiri, kamu juga bisa menggunakan SmartSeller. Pada SmartSeller, ada fitur Manajemen Order dan Manajemen Inventori untuk membantu mempermudah bisnis. Ada pula sistem Private Order yang sangat berguna jika bisnismu memiliki reseller. Ada bermacam-macam fitur lain yang bisa kamu manfaatkan. Jika ingin tahu, langsung saja kunjungi SmartSeller.