Contoh deskripsi produk yang dapat menjelaskan keunggulan dan fitur produk dapat membantumu mempromosikan jualan dengan optimal.

Saat ini, ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menarik minat pelanggan dan meningkatkan penjualan ketika berjualan di platform online seperti media sosial, e-Commerce, atau pun marketplace. Salah satu caranya adalah menulis deskripsi produk yang baik.

Deskripsi produk tidak hanya dapat memudahkan pelanggan untuk lebih mengenal produk yang kita jual, tapi dengan menulis contoh deskripsi produk yang baik, secara tidak langsung dapat meyakinkan pelanggan agar mereka tidak ragu untuk melakukan check out barang yang mereka lihat.

Pengen tahu bagaimana itu contoh deskripsi produk yang dapat menarik pelanggan?

Tenang aja! Di artikel ini, kamu akan mengetahui serba-serbi deskripsi produk, mulai dari cara menulisnya hingga beberapa contoh deskripsi produk yang bisa jadi inspirasimu! Yuk, baca artikel ini sampai tuntas.

Contoh deskripsi produk

Cara Menulis Deskripsi Produk yang Bisa Kamu Lakukan

Kalau kamu pernah berbelanja sesuatu di platform e-Commerce atau marketplace, pasti sudah familiar dengan yang namanya deskripsi produk. Deskripsi produk adalah bagian yang memuat informasi produk yang kamu jual, seperti spesifikasi, bahan penyusun, kelebihan, kegunaan, hingga cara penggunaan barang tersebut.

Bagian deskripsi produk ini tentu sangat membantumu untuk lebih mengenalkan produk jualan dengan lebih spesifik. Dengan memanfaatkan bagian ini, pelanggan akan lebih mudah memahami benefit-benefit ketika menggunakan produk tersebut.

Oleh karena itu, sebagai pemilik bisnis yang memiliki toko online, baik itu di situs web bisnis, media sosial, e-Commerce, atau marketplace, kamu perlu tahu cara menulis deskripsi. Berikut ini adalah cara menulis deskripsi produk yang dapat kamu ikuti!

Contoh deskripsi produk

1. Mengetahui Karakter Target Pasar

Contoh deskripsi produk yang bisa kamu temukan di platform jualan online, pasti memiliki penggunaan bahasa yang berbeda-beda. Ada yang memakai bahasa formal, ada juga yang memakai bahasa sehari-hari.

Baca Juga 
7 Rekomendasi Aplikasi Cek Ongkir dan Resi Terbaik

Hal ini tentu bukan tanpa alasan lho. Contoh deskripsi produk tersebut bisa menggunakan bahasa yang berbeda karena pemilik bisnis tersebut menyesuaikan dengan karakter target pasar mereka atau yang biasa juga disebut dengan buyer persona.

Seperti apa karakter yang dimaksud dalam buyer persona? Karakter di sini dapat mencakup minat, kebutuhan, umur, kelas ekonomi, hingga kebiasaan mereka. Dengan mengenali aspek ini, kamu dapat memilih seperti gaya bahasa yang cocok digunakan untuk membangun komunikasi dengan persona tersebut.

2. Memasukkan Benefit Produk

Ketika kamu sudah tahu kira-kira seperti apa target pasar yang kamu tuju, kamu bisa mulai untuk menuliskan benefit dari produk yang dijual. Bagian ini sering dimasukkan oleh pemilik bisnis ke dalam deskripsi produk, seperti yang bisa kamu cek di kebanyakan contoh deskripsi produk yang ada.

Namun, tidak sedikit lho yang malah keliru menulis fitur dibandingkan benefit. Benefit adalah hal yang dapat dirasakan, diperoleh, dan dimanfaatkan ketika pelanggan membeli produk yang kamu jual.

Dalam beberapa contoh deskripsi produk di e-Commerce, benefit atau manfaat merupakan bagian sering menjadi highlight atau fokus dari deskripsi produk. Dengan kata lain, bagian ini adalah hal yang dapat menarik perhatian pelanggan untuk menumbuhkan rasa ingin membeli barang yang mereka lihat.

3. Memasukkan Spesifikasi atau Fitur Produk

Spesifikasi atau fitur adalah hal yang berbeda dengan benefit produk. Kalau kamu memperhatikan di contoh deskripsi produk yang ada di Internet, penjelasan tentang fitur produk lebih mengarah ke segala hal yang dipunya atau dimiliki oleh produk. Misalnya, fitur bisa mencakup bahan penyusun, warna yang tersedia, dimensi (tinggi x panjang x lebar), berat, dan sebagainya.

Dalam contoh deskripsi produk yang memuat informasi penjelasan fitur di dalamnya, pemilik usaha biasanya memberikan informasi pengenalan tentang produk yang dijual kepada pelanggan. Adanya informasi ini dapat membantu calon pelanggan memahami produk dengan lebih dalam.

Baca Juga 
E-Book: Tips Sukses Berbisnis Toko Online Tanpa Ribet

Tonton Juga: #SellerStory Zalona Store : Rahasia Sukses Bisnis Online Fashion Hijab

Contoh deskripsi produk

4.  Melengkapi Deskripsi Produk dengan Pertanyaan Calon Pelanggan

Setelah kamu menuliskan informasi benefit dan fitur produk ke dalam deskripsi produk, kamu juga bisa menambahkan pertanyaan yang mungkin ditanya oleh calon pelanggan. Perkirakan saja pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan, di mana pertanyaan ini bersifat umum.

Pada beberapa contoh deskripsi produk, pertanyaan yang bisa kamu muat di dalamnya bisa berupa hal-hal terkait garansi barang, waktu operasional bisnis dan pengiriman, cara retur barang, cara memesan barang, hingga terkait komplain jika terdapat kendala dalam proses pengiriman.

5. Memilih Kosakata yang Mudah Dimengerti

Salah satu indikator contoh deskripsi produk dapat tergolong baik adalah memiliki keterbacaan yang jelas. Maksudnya, informasi dalam deskripsi produk tersebut dikemas dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembaca, atau dalam hal ini adalah calon pelanggan.

Contoh deskripsi produk yang baik yang bisa kamu temukan di platform jualan online pasti tidak bertele-tele. Produk yang laku terjual banyak umumnya memuat deskripsi dengan bahasa yang singkat, tapi juga informatif.

Baca Juga: Mau Tahu Tips untuk Buat Caption Jualan Makanan Online?

Contoh deskripsi produk

6. Menggunakan Format yang Mudah Dibaca

Survey membuktikan bahwa tidak semua yang tertulis di situs dibaca oleh visitor. Dalam kasusnya di situs jual beli online, calon pelanggan juga hanya akan membaca sekilas apa yang mereka dapat. Sehingga, kamu perlu menampilkan deskripsi produk yang mudah dibaca.

Seperti contoh deskripsi produk yang digunakan oleh kebanyakan pemilik usaha, mereka kebanyakan memakai format listicle untuk menjelaskan benefit maupun fitur dari produk yang dijual. Jadi, calon pelanggan dapat dengan mudah memahami informasi tersebut.

Adapun hal lain yang bisa didapat dari contoh deskripsi produk di platform jual beli online adalah menggunakan format font yang sudah disediakan. Kalau kamu lebih memilih untuk menulis deskripsi produk dalam bentuk paragraf, hindari penulisan yang panjang dan membatasinya penulisan hanya 2-3 baris setiap paragrafnya.

Baca Juga 
7 Cara Mengelola Keuangan Usaha Bagi UMKM

7. Memasukkan Keyword

Cara yang terakhir dilakukan yang dapat ditemukan di contoh deskripsi produk di Internet adalah memasukkan kata kunci atau keyword ke dalamnya pula. Ini adalah sebuah trik yang dilakukan agar halaman jualanmu di platform online dapat muncul di halaman mesin pencari seperti Google.

Hal ini tentu sangat berguna untuk bisnismu karena bisa jadi calon pelanggan menemukan jualanmu melalui mesin pencari tersebut.

Contoh Deskripsi Produk

Berikut adalah contoh deskripsi produk yang bisa kamu jadikan inspirasi saat menulisnya!

Contoh kasus untuk produk sandal kulit pria:

“Sandal Nyaman by GeTe Sandals

Sandal Nyaman pas buat menemani harimu dalam segala aktivitas, hadir dalam desain minimalis cocok untuk dipakai oleh semua umur.

Type : Sandal Selop

Upper : PVC

Sole : PU Rubber

Panduan Ukuran :

Ukuran 40 (No.8) = 26,5 cm

Ukuran 41 (No.9) = 27 cm

Ukuran 42 (No.10) = 27,5 cm

Ukuran 43 (No.11) = 28 cm

*Mohon tuliskan ukuran di notes saat checkout*”

Baca Juga: Mau Sukses Memulai Usaha Online Shop? Ini Dia Caranya!

Itulah sedikit contoh deskripsi produk yang dapat kamu coba! Dengan menerapkan cara menulis deskripsi di atas, pelanggan akan merasa terbantu memahami produk yang mereka lihat, sekaligus meyakinkan hati mereka untuk checkout produk jualanmu!

Nah, kalau kamu sudah siap untuk menulis seperti contoh deskripsi produk di atas, ada cara lain yang dapat mempermudah pengaturan stok barang jualan online-mu, seperti pakai aplikasi SmartSeller! Lewat fitur inventory management-nya, kamu bisa dengan mudah mengatur stok barang, seperti ketersediaan barang di semua channel penjualanmu!