Reseller makanan merupakan salah satu peluang usaha kekinian yang cocok bagi para pemula yang ingin mencoba peruntungannya dalam membangun suatu  wirausaha karena demand pasar yang tinggi dan target pasar yang luas pula. Tren makanan yang selalu berubah dan berkembang juga bisa jadi poin plus tersendiri jika kamu memutuskan menjadi reseller makanan.

Kegalauan soal supply makanan pun juga bukan masalah yang berarti bagi reseller khusus makanan karena di media sosial saat ini banyak dengan mudah ditemukan pemasok makanan kekinian dengan beragam jenis dan rasanya. Begitu pula di e-commerce dan marketplace. Bahkan, ada marketplace khusus yang menjual pasokan produk-produk untuk reseller, termasuk reseller makanan.

Apakah kamu seorang pebisnis pemula yang ingin mencoba bisnis reseller makanan? Yuk, simak 7 tips sukses menjadi reseller khusus makanan untuk pemula di artikel berikut ini!

Tips-tips Sukses Menjadi Reseller Makanan Pemula

Peluang usaha reseller makanan memang bisa dibilang menjanjikan karena tren yang permintaan pasar yang tidak akan ada habisnya. Namun, bukan berarti kamu sebagai pebisnis pemula yang tertarik dalam bidang ini hanya asal membeli stok produk makanan tanpa memperhatikan hal-hal lainnya yang penting. Ada pula beberapa hal yang perlu reseller khusus makanan perhatikan.

Nah, untuk mengatasi asal terjun tersebut yang berujung kegagalan dalam berbisnis, berikut adalah tips-tips yang bisa kamu terapkan sebagai reseller makanan!

1. Menentukan target pasar/konsumen

Tips pertama agar usaha reseller makanan-mu sukses adalah menentukan kepada siapa produk makananmu akan dijual, atau dalam kata lain adalah target konsumen. Pada dasarnya, menentukan target konsumen tidak dapat diabaikan ketika kamu memutuskan untuk menjual suatu produk atau pun jasa karena bagaimana pun juga merekalah yang nantinya akan membeli produkmu dan menjadi pelanggan.

Bagaimana cara menentukan target konsumen dari usaha reseller makanan? Kamu bisa melakukan riset mengenai minat makanan konsumen yang ada di pasar. Seperti apa jenis makanan atau rasa yang banyak disukai oleh masyarakat, lalu kamu dapat menentukan pasar atau kalangan mana yang ingin dijadikan target dari usahamu. Lalu, kamu pun bisa mengerucutkan dan memilih produk yang dijadikan dalam usaha reseller makanan-mu.

2. Mengikuti tren makanan terkini

Pentingnya mengetahui tren terkini soal makanan dapat membantu kamu sebagai reseller makanan menciptakan inovasi yang mengikuti perkembangan yang digemari oleh target konsumenmu. Jadi, tidak hanya riset mengenai kesukaan makanan target konsumenmu aja, melainkan tren kekinian yang paling up-to-date juga. Memahami tren juga dapat membantu usahamu untuk tetap bertahan di tengah persaingan pasar yang ketat.

Tidak susah kok untuk mengakses informasi tren makanan kekinian yang populer di masyarakat. Media sosial adalah salah satu platform yang bisa dimanfaatkan, contohnya, seperti TikTok dan fitur Reels pada Instagram. Kini banyak sekali akun-akun yang melakukan review makanan, baik itu snack, kue, roti, atau pun makanan berat. Kamu bisa menggunakannya sebagai bahan untuk mempertimbangkan makanan yang akan kamu jual kembali.

3. Memilih jenis makanan yang awet dan tahan lama

Pemilihan jenis produk yang awet dapat menguntungkan kamu sebagai reseller makanan karena kamu dapat menyimpan stok dalam jumlah yang banyak tanpa perlu khawatir makanan tersebut basi dan tidak layak konsumsi. Terlepas dari hal itu, produk makanan yang tidak gampang basi juga lebih mudah untuk dikelola oleh pebisnis pemula, dalam hal packaging misalnya.

Namun, kalau kamu ingin menjual makanan yang tidak tahan lama, ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan juga, misalnya seperti memesan stok dengan sistem pre-order atau by request. Jadi, kamu hanya perlu menyediakan stok sesuai dengan jumlah yang dipesan oleh pelanggan, sehingga meminimalisir terjadinya produk yang tidak terjual menjadi basi dan tidak dikonsumsi. 

4. Memilih pemasok produk yang berkualitas

Tentu, agar pelanggan merasa senang dan puas akan produk makanan yang kita jual diperlukan produk dengan kualitas yang bagus. Jika pelanggan puas, maka mereka akan memberikan review yang baik pula terhadap produk yang dijual. Hal ini tentu aja memberikan domino effect yang positif bagi usahamu agar lebih dikenal oleh masyarakat luas selain target konsumen.

Ada pun selain kualitas yang produk, kamu juga perlu memperhatikan informasi gizi, bahan yang digunakan, tanggal kedaluwarsa, hingga halal atau tidaknya produk tersebut karena target konsumen dan pelanggan lainnya juga akan menjadikan aspek-aspek tersebut sebagai pertimbangan mereka dalam membeli produk yang kamu jual. Jadi, kamu juga harus memahami pula produknya ya!

5. Memasarkan produk melalui media sosial

Dengan majunya teknologi sekarang ini serta perkembangan teknologi inovasi komunikasi, tidak dipungkiri lagi bahwa media sosial sudah menjadi bagian dari gaya hidup sebagian besar masyarakat – terlepas dari umur dan status sosialnya. Hal ini menjadi alasan utama mengapa melakukan pemasaran produk di media sosial berpeluang besar dalam menarik perhatian dan meraih calon pelanggan yang lebih banyak.

Namun, lagi-lagi diperlukan sebuah strategi pemasaran produk tersendiri yang harus dipelajari oleh reseller makanan agar upaya yang dilakukan pun dapat memberikan hasil yang sesuai dengan target. Jadi, penguasaan strategi pemasaran melalui media sosial juga wajib hukumnya buat kamu yang ingin terjung ke bidang ini ya!

6. Menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan

Selain upaya pemilihan produk berkualitas dan strategi pemasarannya, ada upaya lain yang dapat kamu lakukan agar usaha reseller makanan-mu dapat bertahan lama, yaitu membuat pelangganmu setia. Pasalnya, pendekatan psikologis yang mengedepankan pelanggan ini mampu meningkatkan konsiderasi mereka untuk repeat order. Salah satunya adalah dengan memberikan layanan purna jual kepada pelangganmu.

Dalam bisnis reseller yang berfokus pada makanan, kamu bisa memberikan voucher potongan harga terbatas bagi pelanggan yang memberikan ulasan mengenai produkmu di media sosial mereka. Selain itu, hal sesederhana memberikan kartu ucapan terima kasih pada setiap packaging produkmu juga mampu memberikan bahwa kamu mengapresiasi mereka. Nantinya, hal-hal ini akan membuat nama baik untuk usahamu sendiri.

7. Tetap konsisten dalam menjalankan bisnis

Dalam menjalankan usaha atau bisnis pada bidang apa pun, pasti tidak selalu berjalan dengan mulus sesuai dengan keinginan kita. Sebagai reseller khusus makanan, kamu harus bisa mengantisipasi jika terjadi sesuatu pada bisnismu, misalnya munculnya banyak pesaing dengan produk serupa, menipisnya stok produk, hingga komplain pelanggan tentang produk yang kamu jual. 

Intinya, jika kamu ingin bertahan dalam industri ini, keyakinan dan bersikap konsisten adalah kunci sukses utama. Masalah yang terjadi pada bisnis merupakan hal yang wajar dan merupakan pembelajaran yang penting agar bisnis reseller makanan-mu ini makin berkembang. 

Nah, selain tips-tips di atas, agar bisnismu makin lancar, kamu juga bisa memanfaatkan platform online, seperti SmartSeller! SmartSeller mempunyai fitur yang mampu mempermudah user experience di toko online-mu lho! Penasaran? Yuk, cari tahu info lengkapnya di sini!