Dalam dunia bisnis, risiko usaha tentu menjadi suatu tantangan tersendiri yang sulit atau bahkan tidak bisa dihindari. Ada beberapa orang yang mengatakan kalau suatu bisnis atau usaha hanya dapat bertahan kalau dilakukan oleh orang-orang yang tough, tahan banting, dan penuh perhitungan.

Hal tersebut bisa dikatakan benar, karena dalam menjalankan usaha kita tidak akan pernah tahu risiko usaha seperti apa yang akan kita temui. Tidak salah juga kalau bahkan ada yang mengatakan risiko usaha itu merupakan hal wajib yang dirasakan pemilik usaha sebelum mencapai kesuksesan.

Seorang pengusaha memang harus bisa mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan terjadi dalam usahanya. Diperlukan adanya cara khusus untuk meminimalisir atau menghindari risiko usaha. Misalnya, seperti pengambilan keputusan yang tepat atau strategi yang matang, yang dapat menurunkan risiko usaha yang mungkin terjadi pada suatu usaha.

Karena itulah, bagi kamu yang sedang menjalankan usaha, penting untuk memahami apa itu jenis-jenis risiko usaha serta cara menghindarinya. Dengan mengetahui konsep risiko usaha, maka diharapkan kamu jadi lebih siap ketika melangkah dalam menjalankan usahamu nanti.

Apa Itu Risiko Usaha?

Risiko Usaha

Risiko usaha atau yang disebut juga risiko bisnis adalah suatu dampak atau konsekuensi yang akan diterima saat suatu kegiatan usaha berjalan. Risiko usaha dapat berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap penurunan keuntungan yang didapat, maupun keuangan dari suatu usaha.

Biasanya, mayoritas pemilik usaha akan selalu mengantisipasi kemungkinan terburuk yang terjadi dari kegiatan usaha yang mereka miliki. Pengusaha terkadang harus berani mengambil risiko usaha terburuk yang mungkin terjadi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Kenapa? Karena kalau dibandingkan dengan tidak mengambil risiko sama sekali, yang ada malah membuat usaha yang dimilikinya jadi ‘stuck’.

Baca Juga 
Tips Membuat Kemasan Frozen Food yang Menarik untuk Usahamu

Jenis Risiko Usaha yang Bisa Terjadi

Risiko Keuangan

Risiko keuangan adalah risiko usaha yang berhubungan dengan menurunnya angka penjualan. Penjualan yang menurun biasanya diakibatkan dari tidak menentunya kondisi pasar. Seorang pengusaha harus bisa memikirkan cara meningkatkan produk penjualan dan mempertahankan tingkat penjualan usahanya.

Risiko Permodalan

Risiko permodalan adalah risiko yang muncul karena penjualan tidak meningkat yang berujung menimbulkan kerugian. Kalau suatu usaha terus-menerus mengalami kerugian, maka akan sulit untuk mengembalikan modal awalnya.

Risiko Perusahaan

Dalam membangun usaha, kualitas produk yang ditawarkan tentu harus diperhatikan. Kualitas produk yang tidak dijaga dapat membuat konsumen jadi tidak ingin membeli produk tersebut kembali. Kalau hal seperti ini sampai terjadi, maka akan menimbulkan dampak buruk bagi perusahaan. Nah, dampak buruk bagi perkembangan usaha tersebutlah yang dimaksud sebagai risiko perusahaan.

Risiko Usaha

Risiko Operasional

Risiko operasional adalah risiko usaha yang muncul karena bagian-bagian dalam suatu perusahaan tidak menjalankan fungsi serta perannya dengan baik. Terjadinya risiko ini dapat disebabkan beberapa hal, seperti permasalahan sumber daya manusia, tidak adanya inovasi, kualitas produk tidak terjamin, salah mengambil keputusan, dan lain-lain. Karena itu, perusahaan harus memperhatikan tiap bagian divisinya, apakah sudah berjalan dengan baik atau belum.

Baca juga: 6 Tahapan Penting Memulai Bisnis Bagi Pemula

Risiko Teknik

Risiko teknik adalah risiko usaha yang terjadi karena teknik yang digunakan dalam memproduksi barang suatu perusahaan tidak berfungsi dengan baik. Sehingga produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan kualitas yang diharapkan. Perusahaan harus terus melakukan pengecekan alat produksi serta kualitas SDM agar risiko ini tidak terjadi.

Risiko Pasar

Risiko pasar adalah risiko yang terjadi karena adanya perubahan zaman, baik itu gaya hidup, pelanggan, atau adanya produk baru yang lebih unggul. Maka dari itu, perusahaan harus terus melakukan inovasi, agar bisa mengikuti kondisi permintaan pasar dan dapat bersaing dengan produk-produk serupa dari perusahaan lainnya. 

Baca Juga 
3 Hal Penting Sebelum Anda Memutuskan untuk Membuat Email Marketing!

Cara Meminimalisir dan Menghindari Risiko Usaha

Rencanakan Usaha Hingga Matang

Sebuah usaha pasti membutuhkan perencanaan yang baik untuk mencapai keberhasilan. Karena itu, buatlah rencana atau strategi usaha tertulis secara rutin. Rencana tersebut dapat mencakup data dari berbagai sudut pandang, dengan begitu, kamu bisa menyusun tujuan, melakukan evaluasi, serta ulasan. Perhatikan juga strategi untuk segi operasional, keuangan, dan juga pemasaran yang akan dilakukan.

Risiko Usaha

Cari Informasi Tentang Prospek Usaha

Cari informasi tentang prospek usahamu sebelum mengambil sebuah risiko. Sekarang memang banyak peluang usaha yang tiba-tiba jadi booming, tapi prospek usahanya ternyata tidak bertahan lama. Hanya dalam hitungan bulan, usaha tersebut surut seiring dengan bergantinya trend pasar. Dengan mengetahui informasi ini, kamu jadi tahu usaha seperti apa yang perlu kamu hindari.

Lakukan Analisis Tingkat Kebutuhan Konsumen

Ketahui seberapa besar tingkat kebutuhan masyarakat sebagai konsumen terhadap produk yang kamu tawarkan. Semakin besar tingkat kebutuhan konsumen terhadap suatu produk, maka akan memperkecil risiko usaha. Setidaknya risiko dalam hal pemasaran produk.

Sesuaikan Modal Usaha dengan Kemampuan

Risiko besar dapat terjadi pada usaha yang tidak memiliki modal cukup dan sesuai dengan kebutuhan usaha tersebut sendiri. Pastikan untuk memilih jenis usaha dengan modal yang sesuai dengan kemampuanmu. Walaupun mungkin jenis usahanya berbeda dari apa yang kamu harapkan, setidaknya bisnis tersebut bisa dijadikan sebagai modal awalmu dalam membangun usaha yang kamu inginkan ke depannya.

Buat SOP

SOP atau standar operasional perusahaan adalah kunci yang sangat diperlukan terutama untuk menghindari risiko usaha dari segi sumber daya manusia. Dengan adanya standar yang sudah tertulis, maka karyawan pun jadi paham tugas serta kewajibannya selama bekerja, dan akan mendatangkan efektifitas kinerja yang maksimal.

Baca Juga 
Tips Digital Marketing saat Ramadan, Ibadah Jalan Bisnis Makin Berkembang!

Risiko Usaha

Buat Laporan Keuangan yang Baik

Laporan keuangan adalah gambaran dari perjalanan bisnis suatu perusahaan. Dengan adanya laporan keuangan, kamu bisa mengetahui apa saja yang harus dirapikan dan target usaha ke depannya dari kondisi finansial perusahaanmu.

Dengan adanya laporan keuangan yang baik, maka kamu dapat terhindar dari risiko usaha yang berhubungan dengan masalah finansial. Perusahaanmu juga jadi lebih mudah untuk melakukan penghitungan pajak serta mengajukan pinjaman dengan menggunakan data dari laporan keuangan tersebut.

Baca juga: Contoh Pembukuan Sederhana Lengkap dengan Aplikasinya

Gunakan Sebuah Aplikasi Manajemen

Adanya manajemen usaha merupakan hal yang sangat penting dan diperlukan saat kamu ingin membangun dan mengembangkan usahamu. Nah, dengan menggunakan aplikasi manajemen, kamu jadi dapat mengambil keputusan usaha yang tepat untuk kemajuan usaha yang kamu jalankan. Bukan hanya itu, ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan menggunakan aplikasi manajemen, pastinya dapat membantu kamu dalam menjalankan dan mengelola usaha kamu.

Seperti menggunakan aplikasi SmartSeller. Ya, aplikasi SmartSeller akan membantu untuk memudahkan kamu dalam mengelola produk yang kamu tawarkan dalam usahamu. Kamu bisa mengelola pesanan, melakukan pengaturan stok, pembuatan katalog produk, pengiriman, serta analisa usaha semua dapat kamu lakukan sekaligus dalam satu sistem. Praktis bukan?

Tidak perlu ragu lagi, simak info lebih lengkap tentang SmartSeller dengan klik di sini agar usahamu berjalan lancar dan bebas dari risiko usaha yang menghalang!