Prinsip etika bisnis adalah salah satu aspek yang wajib diterapkan bagi setiap pemilik usaha agar mampu menjalankan dan mengembangkan sebuah bisnis – di samping memiliki keahlian atau pengetahuan tertentu.

Tahukah kamu ada apa saja nilai-nilai dalam prinsip etika bisnis yang perlu diketahui dan diterapkan dalam setiap usaha agar usaha berjalan dengan lancar, berkembang, dan dapat bertahan lama? Yuk, cari tahu prinsip etika bisnis di artikel berikut ini!

Arti Prinsip Etika Bisnis

Sebelum masuk ke pembahasan apa saja prinsip etika bisnis yang ada, mari pahami konteks dari etika dalam berbisnis itu sendiri. Etika memiliki pengertian yaitu sebuah prinsip moral yang terbentuk dari kebiasaan repetitif yang dilakukan oleh manusia atau beberapa kelompok dalam masyarakat. Etika adalah hukum yang tidak tertulis, namun tetap secara tidak langsung menjadi pedoman tata krama yang dipatuhi oleh orang-orang.

Contohnya dapat dengan mudah dilihat dalam kehidupan bermasyarakat di sekitar kita lho. Misalnya di Indonesia, budaya untuk bersalaman sambal mencium tangan orang yang lebih tua. Kebiasaan ini sering kita saksikan menjadi sebuah etika turun-menurun dalam keluarga.

Nah, pokok ide tersebut juga sama halnya berlaku dalam prinsip etika bisnis. Dlam berbisnis, terdapat prinsip-prinsip moral bisnis tidak tertulis dan diatur dalam hukum atau undang-undang yang dijadikan pedoman oleh pemilik usaha dalam menjalankan bisnisnya.

Prinsip etika bisnis tidak hanya berlaku untuk pemilik usaha, tetapi juga individu, kelompok, perwakilan, hingga pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Yap, semua lapisan pihak yang ada dalam perusahaanmu juga harus tunduk dan menaati etika moral yang berlaku. Dengan kata lain, dalam hal ini penerapannya tidak memandang bulu.

Eksistensi prinsip etika bisnis dalam sebuah usaha dapat melahirkan keharmonisan dalam hubungan antar pihak, sehingga dapat dikatakan bahwa jika pemilik usaha memeluk dan mengamalkan prinsip etika bisnis dapat berdampak positif pula untuk usahanya.

Lantas, apa saja prinsip etika bisnis yang ada?

5 Prinsip Etika Bisnis dalam Menjalankan usaha

Setiap pemilik usaha wajib mengetahui lima prinsip etika bisnis berikut ini agar usahanya tetap dapat bertahan dan berkembang hingga di masa yang akan mendatang.

1. Honesty (Kejujuran)

Dalam kehidupan bermasyarakat saja, kejujuran adalah sebuah etika mendasar yang berlaku kepada semua masyarakat yang secara tidak langsung wajib ditaati, apalagi bagi pemiliki usaha yang memiliki bisnis. Prinsip etika bisnis kejujuran wajib diaplikasikan ke setiap proses dalam bisnismu karena ini adalah kunci kesuksesan berbisnis.

Kejujuran dapat menimbulkan rasa kepercayaan orang lain. Hal ini berlaku juga pada dunia perbisnisan; makin usahamu bersikap ‘jujur’ maka masyarakat atau pelanggan akan lebih percaya dengan usahamu.

Prinsip etika bisnis kejujuran bisa kamu aplikasikan dalam berbagai proses usahamu, seperti dalam menjelaskan bahan-bahan yang terkandung dalam produkmu, proses pembuatannya, atau pun misalnya dalam proses penanganan keluhan pelanggan.

2. Moral Integrity (Integritas Moral)

Integritas sering dikaitkan dengan kualitas dalam kepemimpinan. Pasalnya, orang yang memiliki integritas tinggi diartikan sebagai individual yang mampu konsisten dengan nilai-nilai yang dia anut, baik itu di tempat ia bekerja dan bermasyarakat. Lalu, bagaimana integritas dalam prinsip etika bisnis? Prinsip etika bisnis integritas moral adalah bagaimana pemilik usaha menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai baik dalam berbisnis. Contoh penerapan sederhananya adalah penolakan terjadinya korupsi, kolusi, dan nepotisme di usahamu.

Integritas moral dalam berbisnis dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap usaha dan juga dapat memberikan nama baik ke usahamu.

3. Justice (Keadlian)

Sebuah perusahaan dapat dibilang adil atau menganut prinsip etika bisnis keadilan kalau setiap orang di dalam usaha tersebut, mulai dari individu atau kelompok yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung, mendapatkan perlakuan yang sama antara satu dengan yang lainnya.  Sebagai pemilik usaha, kamu harus memahami bahwa setiap orang telah berkontribusi dalam keberhasilan bisnis yang dijalankan. Mereka punya visi misi yang sama dan terlibat sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Contoh penerapan prinsip etika bisnis keadlian adalah ketentuan yang adil dalam pengambilan cuti atau jatah untuk setiap karyawan.

4. Loyalty (Loyalitas/Kesetiaan)

Loyalitas adalah prinsip etika bisnis yang mampu memperkuat solidaritas perusahaan dalam tercapainya visi misi perusahaan.  Maksud dari prinsip etika bisnis ini adalah mengenai profesionalitasmu sebagai pemilik usaha, di mana kamu tidak bisa menyangkut-pautkan usuran pribadi dengan bisnis. Meski usahamu ini adalah perusahaan kecil yang kamu dirikan sendiri, bukan berarti bahwa kamu sebagai pemilik usaha dapat mencampur urusanmu dengan hal-hal yang terjadi di perusahaan.

Selain itu, loyalitas juga dapat dilihat dari keberanian karyawan dalam mengutarakan ketidaksetujuan atau dalam berpendapat, tidak segan untuk memuji rekan kerjanya, hingga menyukai tanggung jawab pekerjaan karyawan tersebut.

5. Autonomy (Otonomi)

Seorang pemilik usaha juga memliki kewajiban untuk mengambil tindakan dan membuat keputusan secara tegas dengan kesadaran penuh. Prinsip etika bisnis ini tidak boleh bertentangan dengan etika moral serta norma yang ada – terlepas dari baik atau buruknya hasil dari keputusan yang diambil tersebut. Pada intinya, prinsip etika bisnis otonomi berarti kamu sebagai pemilik usaha harus mampu memutuskan jika dihadapkan dalam dua pilihan berdasarkan pertimbangan kondisi, situasi yang terjadi, dan juga visi misi serta tujuan perusahaanmu.

Setelah mengetahui kelima prinsip-prinsip etika bisnis di atas, kamu pasti bertanya-tanya tentang bagaimana cara untuk menerapkannya. Tidak usah khawatir, kami sudah merangkumnya di bawah ini.

Cara Penerapan Prinsip Etika Bisnis

Terdapat tiga pendekatan yang bisa kamu lakukan untuk menerapkan prinsip etika bisnis ke dalam perusahaanmu. Berikut adalah cara pendekatan yang bisa kamu lakukan!

  • Individual approach: pendekatan yang dilakukan dengan menghargai tindakan individual sepanjang tidak ada yang dirugikan
  • Utilitarian approach: pendekatan yang dilakukan berdasarkan pemberian konsekuensi atas tindakan seseorang tersebut.
  • Justice approach: pendekatan yang dilakukan dengan mempertimbangkan keadlian dan kedudukan yang sama antar setiap pihak yang terlibat.

Sebagai pemilik usaha, kamu bisa memilih salah satu atau mengkombinasikan ketiga pendekatan di atas yang sekiranya cocok dengan situasi dan kondisi perusahaanmu masing-masing.

Jadi kesimpulannya, jika kelima prinsip etika bisnis di atas dapat kamu terapkan dalam usaha atau bisnismu, tentu akan berdampak positif pada lancarnya bisnismu untuk semua pihak di dalamnya dan juga pihak luar. Selain itu, perusahaanmu juga akan mendapatkan nama dan reputasi yang baik.

Dengan begitu, masyarakat, termasuk namun tidak terbatas pada konsumen, calon pelanggan, atau orang awam, akan lebih percaya dan memiliki konsiderasi untuk membeli produkmu.

Selain menerapkan prinsip etika bisnis dalam usahamu, kamu bisa meningkatkan kepercayaan pelanggan melalui user experience yang kamu tawarkan dalam website usahamu. Nah, agar website-mu terlihat kece dan user-friendly, kamu bisa menggunakan layanan dari SmartSeller lho! Ingin tahu selengkapnya? Cek di sini ya!