Beberapa hari lagi seluruh warga Tionghoa akan merayakan Tahun Baru Imlek. Imlek berasal dari kata Im = bulan dan Lek = Penanggalan, kata-kata tersebut berasal dari bahasa Hokkian yang berarti Kalender Bulan. Karena Imlek adalah tradisi perayaan pergantian tahun, jadi semua etnis Tionghoa dari agama apapun tetap merayakan Imlek.
Setiap menjelang Imlek, para etnis Tionghoa memiliki tradisi uniknya masing-masing. Dan untuk melaksanakan tradisi tersebut, mereka pasti membutuhkan tempat yang menjual segala kebutuhan perayaan Imlek. Tentunya, hal ini bisa menjadi kesempatan emas bagi Anda untuk memulai berjualan di tahun anjing (berdasarkan kalendar lunar) ini.
Lantas, produk apa saja sih yang sering diburu saat perayaan Imlek? Simak ulasannya di bawah ini, ya!
Lapis Legit

Kua Lapis Legit [sumber]
Jeruk Mandarin

Buah Jeruk Mandarin [sumber]
Siu Mie atau Mie Panjang Umur

Siu Mie atau Mie Umur Panjang [sumber]
Manisan Segi Delapan
Penggunaan wadah berbentuk segi delapan ini juga tidak sembarangan dipilih. Angka 8 memiliki bentuk yang garisnya menyambung (tidak memiliki ujung), dan menjadi simbol kesatuan dan kesempurnaan.

Manisan Segi Delapan [sumber]
- Melon : perkembangan dan kesehatan,
- Kelapa kering atau segar : persahabatan dan kesatuan,
- Jeruk kumquat : lambang emas dan kemakmuran,
- Kelengkeng : banyak anak,
- Biji teratai : kesuburan,
- Leci : ikatan keluarga yang kuat,
- Kacang tanah : panjang umur, dan
- Semangka merah : kebahagiaan dan kejujuran.
Kuaci

Kuaci, salah satu biji-bijian yang menjadi makanan khas Imlek [sumber]
Kue Keranjang

Kue keranjang [sumber]
Lampion

Lampion Khas Imlek [sumber]
Pohon Harapan dan Amplop Merah Angpao

Angpao yang digantung di pohon harapan. [sumber]
Dupa/Hio
Tidak sembarang dupa yang dipakai untuk bersembahyang. Dupa/Hio memiliki bau harum dan berbagai warna dengan kegunaan yang berbeda-beda.

Dupa atau Hio [sumber]
- Berganggang hijau : untuk persembahyangan di depan jenazah keluarga sendiri atau dalam masa berkabung.
- Berganggang merah : untuk sembahyang pada umumnya (di altar Tuhan, Nabi, dan lainnya).
- Besar dan ganggangnya panjang : khusus untuk upacara persembahyangan yang besar.
- Tidak berganggang (berbentuk bubuk, dan lainnya) : untuk mengheningkan cipta, mendamaikan pikiran, mengusir hawa jahat.
- Berbentuk spiral : hanya untuk bau-bauan saat acara berkabung.
- Tiang Siu Hio : dupa tanpa ganggang, dibakar pada kedua ujungnya. Untuk bersembahyang kepada Tuhan, atau berdoa saat gawat dan meminta pertolongan dewa dengan segera.
Lilin

Lilin khas Imlek [sumber]
Nah, itulah produk-produk yang laris dibeli saat menjelang Imlek. Sebagian ada yang berupa kudapan wajib di keluarga, pernak-pernik Imlek, dan ada juga perlengkapan persembahyangan. Walaupun kita tidak ikut merayakan, namun kita bisa menyediakan apa yang dibutuhkan oleh yang merayakan. Indahnya kebersamaan dan akan saling menguntungkan, bukan? 🙂