Bisnis ritel adalah salah satu bisnis yang paling sering kita temui di kehidupan sehari-hari. Karena biasanya masyarakat memerlukan bisnis ritel agar dapat membeli kebutuhan hidup sehari-hari. Oleh karena itu, meskipun terdengar asing, sebenarnya bisnis ritel merupakan bisnis yang familiar di kehidupan masyarakat.

Bisnis adalah salah satu aspek yang tak lepas dari kehidupan bermasyarakat. Baik sebagai pembeli atau penjual, masyarakat mempunyai perannya masing-masing. Apalagi semenjak pandemi, semakin banyak orang berjualan. Sedikitnya lapangan pekerjaan ditambah dengan pemutusan hubungan kerja serta pemotongan gaji membuat banyak masyarakat yang mencoba peruntungan di bisnis.

Bisnis ritel menjadi salah satu yang dilirik masyarakat. Karena biasanya, bisnis ritel akan selalu dibutuhkan masyarakat. Apalagi jika sebagian besar yang dijual adalah sembako. Dalam keadaan apapun, masyarakat akan selalu membutuhkan hal tersebut. Karena itu banyak masyarakat yang beralih bisnis, terutama ritel kecil-kecilan. Tapi sebenarnya apa sih bisnis ritel?

Bisnis Ritel

Bisnis Ritel

Bisnis ritel adalah sebuah bisnis yang kegiatan akhirnya ditujukan untuk konsumsi pribadi sehingga yang dituju adalah konsumen akhir. Karena itu, biasanya bisnis retail biasa juga disebut bisnis eceran. Hal tersebut dikarenakan biasanya konsumen akhir hanya membeli barang dalam jumlah satuan dan bukan jumlah banyak.

Sehingga ritel juga bisa disebut sebagai perantara antara produsen dengan konsumen akhir. Biasanya bisnis ritel akan membeli barang dalam jumlah banyak untuk dijual secara eceran. Keuntungan akan didapatkan ketika ritel membeli dalam jumlah banyak dari produsen lalu memberi harga sendiri untuk konsumen.

Ciri-ciri Bisnis Ritel

Bisnis ritel sendiri mempunyai ciri-ciri tertentu yang membedakan dari bisnis lain, yaitu:

Bisnis Ritel

  • Berhadapan Langsung dengan Konsumen

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bisnis ritel adalah bisnis di mana pelaku usaha akan berhadapan langsung dengan konsumen. Hal itu bisa terjadi di toko online maupun offline. Itu dikarenakan konsumsi tersebut biasanya digunakan langsung oleh konsumen akhir atau pembeli.

  • Produk yang Dijual Bervariasi

Produk yang dijual oleh ritel juga bervariasi dan tidak hanya terpaku pada satu atau dua barang tertentu saja. Hal itu adalah agar para pelanggan dapat membeli konsumen dalam satu tempat tanpa perlu berpindah toko sehingga bisa menguntungkan toko tersebut.

  • Produk yang Dijual Satuan

Seperti tujuan utamanya agar para pembeli akhir bisa memenuhi kebutuhan, maka barang yang dijual oleh ritel biasanya berbentuk satuan atau eceran. Hal tersebut memudahkan pelanggan karena pelanggan akhir biasanya tidak membutuhkan benda dalam jumlah banyak untuk digunakan.

Baca Juga 
Mengenal Lebih Jauh Tentang Apa Itu Segmentasi Pasar

Baca Juga: Berikut Ini Sikap Wirausaha yang Penting untuk Dimiliki!

Fungsi Bisnis Ritel

Bisnis ritel mempunyai beberapa fungsi, terutama bagi masyarakat seperti:

  • Membantu Masyarakat

Karena ritel menjual barang secara eceran atau satuan, hal tersebut akan membantu masyarakat. Utamanya karena masyarakat dapat memenuhi kebutuhan, baik kebutuhan ataupun tambahan. Rata-rata masyarakat tidak mempunyai kebutuhan untuk langsung membeli suatu produk dalam jumlah banyak. Kalaupun ia mampu, biasanya ia tidak membutuhkannya. Oleh karena itu, kehadiran ritel penting bagi masyarakat agar dapat memenuhi kebutuhan tanpa perlu membeli barang yang terlalu banyak. Apalagi ritel ditujukan bagi pelanggan akhir yang menggunakannya untuk konsumsi pribadi.

  • Membantu Produsen

Tidak hanya masyarakat, ritel juga sangat membantu produsen. Bagaimana tidak, jika suatu produsen sudah bekerjasama dengan ritel, produsen hanya perlu fokus pada kualitas dan layanan produksi. Karena ia bisa menyerahkan penjualan tersebut kepada ritel tanpa perlu terlalu ambil pusing. Ritel menjadi ujung tombak produsen karena ritel merupakan perantara antara produsen dan konsumen.

  • Memahami Perilaku Konsumen

Melalui ritel, produsen dapat mempelajari tingkah laku konsumen. Produsen dapat melihat apa saja barang yang lebih laku pada periode tertentu ataupun komplain yang diberikan oleh pelanggan. Dengan begitu, produsen dapat menjadikan hal tersebut sebagai referensi untuk strategi pemasaran atau langkah produksi yang akan diambil selanjutnya.

Contoh Bisnis Ritel

Banyaknya bisnis ritel membuat mungkin banyak contoh ritel yang kamu tidak pahami sebelumnya. Berikut adalah contoh-contohnya:

Ritel Berdasarkan Produk

  • Produk Barang

Bisnis Ritel

Ritel produk barang adalah sebuah bisnis yang menjual berbagai macam produk fisik secara eceran atau satuan. Barang ini bisa bermacam-macam rupanya selama masih berbentuk fisik seperti makanan, alat elektronik dan lain-lain

  • Produk Jasa

Ritel produk jasa adalah ritel yang menjual jasa sehingga produk yang dijual tidak dapat terlihat secara fisik. Pada ritel ini, pelayanan terhadap konsumen menjadi hal yang penting dan krusial. Contoh produk jasa adalah seperti penyewaan, reparasi, supir dan semacamnya.

Baca Juga 
Musim Haji Tiba, Penjual 5 Barang Ini Raup Berkah!

Baca Juga: 25 Contoh Produk Jasa di Indonesia dan Penjelasannya

Ritel Berdasarkan Bentuk

  • Warung atau Toserba

Ritel ini adalah bentuk yang paling sering ditemui masyarakat. Hal itu tidak lepas dari banyaknya warga sekitar yang mencoba mencari nafkah dari toserba. Belum lagi biasanya toserba berada di tengah-tengah pemukiman warga sehingga banyak warga yang membeli kebutuhan sehari-hari di sana.

Toserba yang ada di tengah pemukiman warga biasanya menyediakan berbagai macam barang. Baik itu kebutuhan untuk makan, minum, mandi dan lain-lain. Oleh karena itu, masyarakat yang tidak berada di perkotaan biasanya akan lebih familiar dengan toserba.

  • Toko Khusus

Ritel yang satu ini masih memiliki karakteristik dengan toko ritel, namun lebih fokus pada suatu kegiatan tertentu aja. Seperti contoh, ritel toko khusus hanya akan menjual barang kecantikan pada tokonya sehingga jika para pelanggan ingin membeli produk kecantikan bisa menghampiri ritel tersebut. Jadi, ritel toko khusus hanya fokus pada satu kategori tertentu saja.

  • Minimarket

Minimarket biasanya bukan dimiliki oleh seorang individu. Minimarket sedikit lebih besar dari toserba dan menyediakan berbagai produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Minimarket dapat kamu temui hampir di seluruh penjuru Indonesia. Toko yang dimiliki biasanya memiliki pendingin ruangan agar para pelanggan merasa lebih nyaman. Minimarket lebih profesional dari toserba karena dijalankan sebagai suatu perusahaan.

  • Supermarket

Bisnis Ritel

Supermarket merupakan ritel dalam skala besar, baik dari toserba maupun minimarket. Biasanya barang-barang yang kamu temui di sana juga dapat kamu temui di supermarket. Bahkan yang biasanya ada di pasar sekalipun seperti daging maupun telur. Supermarket biasanya menyediakan banyak varian sehingga pelanggan bisa memilih. Pelanggan juga dapat menemukan barang impor yang sulit ditemui di ritel lainnya. Supermarket biasanya berada di daerah-daerah pusat perbelanjaan. Barang-barang yang dijual di supermarket biasanya jarang kamu temui di minimarket maupun toserba.

Baca Juga 
6 Cara Menghitung Harga Jual per Unit dalam Bisnis

Demikian adalah penjelasan singkat mengenai bisnis ritel serta karakteristik dan contohnya. Bisnis ritel adalah bisnis yang sering kita temui sehari-hari. Karena itu pula banyak yang memulai usaha dari bisnis ritel dengan menjual barang kebutuhan yang sudah ada sehingga lebih aman. Namun penting bagi seorang pelaku usaha untuk mempunyai sistem manajemen yang baik agar ritel tersebut dapat berjalan lancar.

Kalau kamu adalah seorang pelaku usaha ritel yang baru, kamu bisa menggunakan SmartSeller untuk membantu kamu dalam menjalani bisnis. Dengan SmartSeller, banyak fitur yang bisa kamu dapatkan dalam satu dashboard. Kamu dapat melakukan manajemen order dan manajemen gudang hanya dari satu aplikasi. Apalagi kedua hal tersebut penting banget buat bisnis. Tunggu apalagi, yuk pakai SmartSeller.