Safety stock adalah salah satu istilah yang berkaitan erat dengan pelaku usaha di bidang perdagangan. Sebab, safety stock adalah kunci untuk membuat bisnis yang kamu jalankan bisa semakin maju. Safety stock adalah salah satu manajemen yang juga membantu supply chain agar dapat beroperasi.

Supply chain sendiri adalah manajemen yang paling penting guna mengatur dan mendukung kegiatan operasional. Wajar, jika safety stock mampu membuat supply chain terus beroperasi. Jadi, bisnis yang kamu kerjakan akan terus bisa dijalankan dengan mengurangi risiko yang terjadi, seperti keterlambatan pada saat proses pengiriman barang.

Apa Itu Safety Stock

Stok pengamanan atau biasa disebut dengan safety stock adalah persediaan yang perusahaan telah siapkan untuk mencegah kekurangan persediaan saat permintaan di pasar melejit atau tidak pasti. Biasanya, faktor ini memiliki dampak jangka panjang atau dalam waktu tidak tertentu pada persediaan sebelum barang tiba. Oleh karena itu, para pebisnis bisa sangat terbantu dengan keberadaan safety stock ini.

Selain itu, safety stock adalah perhitungan khusus pada kuantitas barang agar mampu memenuhi permintaan konsumen. Umumnya, ada perhitungan khusus yang diperlukan agar persediaan barang bisa terpenuhi oleh permintaan konsumen.

Alasan Safety Stock Penting dalam Bisnis

Seperti diketahui, safety stock adalah salah satu hal yang penting untuk memainkan peran dalam supply chain. Dengan adanya safety stock bisa memaksimalkan keuntungan, mengantisipasi permintaan pasar yang naik turun, serta bisa memudahkan jadwal produksi suatu barang.

Safety stock adalah penting untuk diterapkan oleh suatu perusahaan. Sebab, permintaan dan persediaan barang selalu dipengaruhi dengan kondisi suatu pasar. Nantinya, jika kondisi pasar dinamis, perusahaan bisa menerapkan safety stock agar mengantisipasi perubahan permintaan pada pasar. Tak hanya itu, perusahaan juga diuntungkan ketika menerapkan safety stock.

Baca Juga: Inventory Management adalah: Tujuan dan Sistem Metodenya

Selain itu, safety stock adalah untuk menentukan tingkat persediaan yang tepat. Misalnya, jika persediaan terlalu over, perputaran uang pun bisa berhenti dalam modal perusahaan. Sementara, jika persediaan terlalu sedikit, perubahan justru akan mengalami stock out.

Baca Juga 
Intip 5 Ide Usaha Modal Kecil yang Cocok untuk Pemula

Manfaat Safety Stock dalam Bisnis

Safety stock adalah memiliki keterkaitan dalam dunia perdagangan yang dikelola oleh suatu perusahaan. Kemudian, safety stock juga dapat memberikan beberapa manfaat untuk bisnis yang kamu jalani. Apa saja? Yuk simak sejumlah manfaatnya berikut ini.

1. Antisipasi Fluktuasi Permintaan

Manfaat utama dari safety stock adalah mampu mengantisipasi terjadinya fluktuasi permintaan. Jadi, safety stock memiliki pengaruh besar terhadap persediaan suatu barang yang memerlukan waktu tertentu sebelum akhirnya tiba. Lantas, sistem ini akan berguna mencegah terjadinya kekurangan persediaan ketika kondisi pasar dengan tidak stabil. Jika hal ini diabaikan, perusahaan bisa mengalami kerugian.

https://www.pexels.com/photo/warehouse-with-concrete-floors-4483610/

2. Antisipasi Kondisi Pasar

Selain mengantisipasi fluktuasi permintaan, safety stock juga berguna untuk mengantisipasi perubahan mendadak pada kondisi pasar. Sebab, kondisi pasar sendiri memiliki pengaruh pada hukum permintaan dan persediaan dalam suatu perusahaan tertentu. Jadi, tak heran, banyak perusahaan yang menerapkan sistem ini agar mengantisipasi perubahan di pasar.

3. Bisa Menguntungkan Perusahaan

Manfaat lain dari safety stock adalah untuk mendapatkan keuntungan bagi perusahaan. Maka dari itu, perusahaan perlu melakukan perencanaan yang memengaruhi stabilitas perusahaan. Dengan menerapkan safety stock, perusahaan bisa mendapatkan keuntungan.

4. Memudahkan Jadwal Produksi

Dengan menerapkan metode safety stock, pebisnis dalam meminimalisir terjadinya kecurangan persediaan dalam barang dagangnya. Nantina, safety stock akan bisa menghitung kuantitas dari suatu produk. Tak hanya itu, manfaat lain dari sistem ini bisa memudahkan jadwal produksi dalam perusahaan. Asal, perusahaan bisa memperhitungkan permintaan konsumen dengan tepat.

Baca Juga: 7 Tips Mengelola inventory management produk untuk penjual online

5. Bisa Menentukan Inventory

Perputaran uang bisa saja berhenti dalam modal dagang jika inventory berada di posisi yang terlalu besar. Saat hal ini terjadi, maka pelaku usaha bisa mengalami kerugian. Maka, dengan adanya safety stock, dapat menentukan inventory yang tepat dalam perusahaan.

Safety Stock adalah

6. Efisien

Menerapkan safety stock dalam perusahaan sejatinya juga meningkatkan efisien ketika perusahaan membuat kesalahan dalam perkiraan permintaan. Nantinya, safety stock dalam memberikan fleksibilitas yang tinggi dalam pesanan produk dalam jumlah yang banyak.

Baca Juga 
10 Tren Digital Marketing di Tahun 2020 yang Perlu Anda Ketahui!

Cara Menghitung Safety Stock

Seperti yang telah disebutkan, salah satu manfaat dari safety stock adalah meminimalisir kesalahan dalam perkiraan persediaan dari permintaan. Maka dari itu, untuk menyempurnakan penghitungan safety stock, kamu dapat mempelajari beberapa cara menghitung safety stock. Bagaimana caranya? Simak berikut. 

1. Rumus Dasar Safety Stock

Cara paling mudah menghitung safety stock adalah menggunakan rumus dasar, yakni dengan cara mengadopsi formula stok barang yang paling banyak digunakan. Di mana, pada rumus dasar ini memiliki beberapa variabel, di antaranya: 

  • Penjualan maksimal harian: Bermaksud untuk menunjukkan dalam satu hari berapa jumlah terbanyak atau maksimal unit yang terjual.
  • Lead time maksimum: jangka waktu maksimum atau waktu terlama yang diperlukan pemasok saat proses pengiriman stok barang.
  • Penjualan harian rata-rata: variabel yang menunjukkan berapa jumlah rata-rata produk yang dapat terjual dalam satu hari.
  • Lead time average: waktu rata-rata yang diperlukan oleh pemasok dalam mengirimkan stok barang

Rumusnya adalah: 

Safety Stock = (Penjualan harian terbanyak x lead time maksimum) – (Rata-rata penjualan harian  x lead time rata-rata)

Rumus ini bisa disebut menjadi awal mula yang bagus, namun tidak berfungsi saat terjadi permintaan musiman. 

2. Rumus Hitung Persediaan Cadangan Tetap

Safety Stock adalah

Untuk mengetahui persediaan cadangan tetap yang dibutuhkan, kamu dapat menghitungnya dengan dua cara, yakni: 

Persediaan cadangan tetap = Total hari x Penjualan rata-rata dalam harian 

Persediaan cadangan tetap = Total hari x Penjualan terbanyak dalam harian

Rumus ini bisa digunakan oleh para pebisnis dengan permintaan yang tetap. Total hari pada rumus tersebut ditentukan oleh asumsi dari penggiat bisnis. Perlu diingat, jika rumus ini tidak memperhitungkan waktu pemasok. 

3. Heizer dan Render

Rumus berikutnya pada safety stock adalah Heizer dan Render yang digunakan untuk mengetahui berapa jumlah barang yang dibutuhkan saat terdapat variasi signifikan dalam jadwal penyuplai. 

Baca Juga 
Rincian Modal dan Cara Memulai Usaha Percetakan Bagi Pemula

Safety Stock = Skor Z x Standar deviasi pada lead time

Skor Z ini merupakan faktor layanan yang diinginkan. Bisa juga diartikan untuk jumlah standar deviasi di atas rata-rata permintaan yang dibutuhkan guna menghindari kehabisan persediaan. 

Tonton Juga: #SellerStory Bolalicious : Cara mengembangkan usaha Merchandise sepak bola

4. Perhitungan Berbasis Waktu 

Perhitungan berbasis waktu pada safety stock adalah untuk memperhitungkan bagaimana tingkat persediaan cadangan di periode waktu tertentu yang telah ditetapkan dengan perkiraan permintaan di masa mendatang. Namun, jika ada kejadian yang tak terduga, rumus ini tidak memperhitungkannya. 

Ada dua parameter untuk menghitungnya, di antaranya: 

  • Data sebelumnya untuk permintaan juga penjualan produk. Dalam hal ini termasuk produk yang terjual dan persediaannya menipis dan habis. 
  • Perkiraan permintaan untuk masa mendatang. Pada parameter ini, kamu bisa menggunakan metode perkiraan permintaan yang berbeda, contohnya, teknik barometrik, riset pasar, dan proyeksi tren. 

5. Metode Greasley

Metode Greasley pada rumus safety stock ini didasarkan pada waktu tunggu atau dapat diistilahkan dengan lead time pemasok serta fluktuasi permintaan produk. Dasarnya, rumus ini menggunakan rumus Heizer dan Render yang dikalikan dengan permintaan rata-rata. 

Detail rumusnya: 

Safety Stock = Skor Z x Standar deviasi pada lead time x Permintaan rata-rata

Safety Stock adalah

6. Rumus Economic Order Quantity (EOQ) 

Rumus economic order quantity (EOQ) dalam safety stock adalah persediaan produk ideal yang harus kamu beli. Hal ini guna meminimalisir biaya persediaan, seperti biaya penyimpanan, kekurangan, dan pesanan yang terkait di dalamnya. Cara menghitung dengan rumus EOQ adalah: 

EOQ = Akar kuadrat dari (2 x Biaya pemesanan per pesanan x Tingkat permintaan) / Ongkos penyimpanan

Nah, itulah pengertian dan cara hitung safety stock. Selain dengan melakukan perhitungan lewat rumus, kamu bisa mendapatkan pemberitahuan stok dan produk apa saja yang cepat habis di berbagai multi channel jualanmu melalui fitur inventory management dari SmartSeller. Kamu juga bisa dibantu mengatur pesanan yang masuk dengan fitur manajemen order. Ditambah, SmartSeller memiliki banyak reseller terpercaya yang siap bantu kembangkan bisnis.