Pengertian konsinyasi haruslah dipahami dengan baik. Karena kamu bisa melakukan kerja sama dengan lebih baik kepada mitra atau stakeholder lainnya.

Kerja sama dalam sebuah bisnis adalah hal yang biasa. Salah satu bentuk kerja sama ini dikenal dengan istilah konsinyasi. 

Konsinyasi sendiri biasa dilakukan dari dahulu kala. Bahkan hal ini bisa kamu lakukan untuk ukuran bisnis yang lebih kecil. 

Walaupun demikian, kamu harus mengetahui berbagai hal penting dari konsinyasi agar bisa membuat keputusan bisnis yang lebih baik lagi.

Pengertian Konsinyasi

Kamu dapat memahami konsinyasi sebagai salah satu bentuk kerja sama bisnis antara dua pihak. Biasanya bentuk kerja sama yang terjalin antara pemasok dan penjual barang. Namun, pemasok tidak akan mendapatkan uang jika barang yang dipasoknya tidak terjual.

Jika dipahami secara sederhana maka konsinyasi mirip dengan jual titip. Praktik ini tentu sudah banyak dilakukan baik itu di warung kecil atau pun swalayan besar. Para pemilik barang akan mengantarkan barang tersebut dan akan datang kembali beberapa hari atau minggu kemudian sambil memberikan stok barang baru sekaligus mengambil uang hasil penjualan.

Walaupun demikian, konsinyasi sendiri ternyata dipakai dalam bidang hukum. Pengertiannya menjadi berbeda karena dalam bidang ini muncul karena adanya pertikaian antara pemilik utang dengan pemberi utang.

Pemberi hutang tidak mau menerima pembayaran utang dari penerima utang. Jadi, uang tersebut diserahkan atau dititipkan kepada pengadilan. Nantinya akan ada proses hukum yang menengahi hal tersebut sehingga masalah ini selesai dengan baik.

Kelebihan Konsinyasi

Setelah memahami pengertian konsinyasi di atas, maka sekarang kamu harus tahu apa saja kelebihan dan kekurangan konsinyasi tersebut. 

Hal ini sangat penting karena akan membantu kamu dalam membuat keputusan bisnis yang tepat. Kelebihan ini bisa dilihat dari dua sisi yaitu pemasok barang dan penjual.

Pemasok Barang

Bagi pemasok barang dapat merasakan beberapa manfaat dari kerja sama ini, seperti:

  • Menghemat banyak biaya karena tidak perlu menyewa toko atau pun ruko namun bisnis tetap berjalan.
  • Target pasar lebih besar karena bisa menjangkau banyak tempat sehingga peluang bisnis yang dimiliki cukup menggiurkan.
  • Kamu bisa membantu dalam promosi produk barang atau pun brand sehingga bisa menjadi mitra perusahaan besar yang ingin mengenalkan produknya di masyarakat.
  • Kamu dapat melakukan riset product awareness dengan lebih mudah. Karena bisa langsung berinteraksi dengan penjual serta konsumer setempat.

Penjual

Selain pemasok ternyata penjual juga mendapatkan keuntungan, seperti:

  • Tidak perlu khawatir jika produk kurang diminati karena pemasok yang akan mengganti produk dan memikirkan produk apa yang paling diminati pembeli.
  • Tidak harus membayar langsung saat barang masuk. Justru penjual bisa menunggu berapa banyak barang terjual dan hanya perlu membayar sejumlah barang yang laku.
  • Penjual bisa mendapatkan banyak pilihan produk untuk memenuhi isi toko dengan cepat.
  • Bisa meminta produk tertentu yang mungkin dapat disediakan oleh pemasok.
  • Risiko bisnis lebih rendah dan menghemat banyak waktu dalam mencari produk ataupun transportasinya.

Kekurangan Konsinyasi

Walaupun peluang konsinyasi dalam bisnis cukup tinggi, namun terdapat beberapa kekurangan yang bisa dirasakan pemasok maupun penjual ketika mengikuti kerja sama ini.

Pemasok

Adapun beberapa kerugian ketika melakukan konsinyasi dari pihak pemasok, seperti:

  • Pemasok harus mengganti barang yang ada dengan yang baru jika produk kurang diminati. Hal ini akan menambah biaya penyimpanan dan distribusi sehingga keuntungan yang dimiliki berkurang drastis.
  • Kamu tidak bisa mendapatkan pembayaran langsung ketika mengantarkan barang. Namun, harus menunggu sampai ada telepon dari penjual atau pun pada waktu pengantaran barang berikutnya.
  • Jika barang rusak maka pemasok akan bertanggungjawab dalam mengganti atau memperbaikinya. Tentu hal ini berlaku dengan ketentuan tertentu dan bukan atas kelalaian dari penjual.
  • Tidak semua produk bisa diberlakukan untuk kerja sama konsinyasi.

Penjual

Selain pemasok ternyata penjual juga akan merasakan beberapa kekurangan dari sistem kerja sama ini, seperti:

  • Penjual harus memiliki ruang toko yang cukup agar bisa memajang berbagai produk baru. Hal ini akan sulit dilakukan jika toko yang dimiliki berukuran kecil.
  • Jika barang membludak maka pemilik toko harus mengeluarkan biaya lebih untuk penyimpanannya.
  • Jika barang rusak karena kelalaian pemilik toko maka dia harus mengganti rugi.

Contoh Bisnis Konsinyasi

Contoh konsinyasi sudah sering dilihat dan diketahui banyak pihak. Hal ini biasa dilakukan baik untuk bisnis skala besar, menengah atau pun kecil. Contohnya saja toko retail pakaian Matahari yang menjual berbagai merek pakaian.

Pemasok pakaian dengan penjual biasanya telah memiliki MOU agar pemasok mengirimkan berbagai produk pakaian dengan jumlah tertentu dan dalam waktu tertentu. Contohnya saja 100 celana jeans dan 50 jaket kulit untuk tenggang waktu 60 hari.

Jika setelah 60 hari celana jeans yang tersisa tinggal 20 dan jaket kulit sebanyak 10, maka sisa barang akan dikembalikan kepada pemasok dan barang yang laku dibayarkan langsung.

Kegiatan kerja sama ini dapat dikatakan sukses jika kedua belah pihak mendapatkan keuntungan. 

Hanya saja besar keuntungan masing-masing pihak tidak bisa dipastikan. Karena, sedari awal pemasok telah mematok harga dan penjual akan membuat harga baru yang lebih tinggi dari harga awal.

Kedua belah pihak bisa mendapatkan untung yang besar jika barang yang ada laku keras. Bahkan penjual bisa memesan barang yang sama dalam jumlah besar jika peminatnya banyak.

Beberapa Tips Melakukan Konsinyasi

Syarat konsinyasi cukup sederhana karena pemasok hanya butuh mengantarkan barangnya kepada penjual. 

Namun, tidak semua penjual bisa menerima barang tersebut. Oleh karena itu, kamu harus tahu beberapa tips melakukan kerja sama konsinyasi tersebut, seperti:

  1. Buatlah Perjanjian yang Saling Menguntungkan

Baik pemasok dan penjual pasti ingin mendapatkan untung dari konsinyasi tersebut. Oleh karena itu, si pemasok harus bisa menawarkan barangnya dengan menarik minat pembeli melalui perjanjian yang saling menguntungkan.

Contohnya saja jika penjual bisa menjual barang dalam jumlah tertentu maka dia akan mendapatkan bonus atau hadiah khusus. Selain itu, pemasok bisa memberikan produk premium yang banyak dicari sehingga bisa laris manis.

Pemasok juga haru membahas banyak hal seperti biaya tambahan, jika terjadi kerusakan dan lainnya dengan jelas. Pastikan isi perjanjian tidak merugikan salah satu pihak agar kerja sama tersebut bisa dilakukan dalam waktu yang lama.

  1. Cerdas dalam Memilih Mitra

Pemasok juga harus hati-hati dan cerdas dalam memilih mitra. Karena jika salah pilih maka kerja sama yang ada akan rusak. Selain itu, nama baik pemasok akan buruk dan bisa menyebar ke sesama penjual di suatu wilayah.

Akan lebih baik jika kamu melakukan survey terlebih dahulu dengan mengunjungi toko atau bertanya pada masyarakat sekitar. Jika kamu sudah yakin maka segera temui pemilik toko dan tawarkan produk tersebut.

  1. Sesuaikan Produk dengan Toko yang Akan Menjadi Mitra

Jika ingin kerja sama dapat berlangsung dengan baik maka kamu harus menyesuaikan toko mitra dengan produk yang akan ditawarkan. Tidak mungkin produk makanan ringan akan diterima di toko material dan begitu juga sebaliknya.

Karena dengan memiliki mitra yang tepat maka produk yang kamu pasok dapat terjual dengan lebih mudah. Pada akhirnya hal ini akan memberikan keuntungan yang besar bagi kedua belah pihak.

Melalui pembahasan di atas sekarang kamu sudah memahami apa itu pengertian konsinyasi. 

Jika kamu ingin melakukan bisnis konsinyasi dengan mudah maka cobalah bergabung dengan smartseller. Ada banyak fitur yang tersedia yang bisa kamu manfaatkan, termasuk dalam hal kerjasama atau konsinyasi. Sehingga, bisnis kamu akan berkembang pesat.