Inventory adalah salah satu bagian penting dalam usaha. Baik usaha kecil maupun usaha yang berskala besar, inventory merupakan salah satu hal yang harus diamati dengan baik. Ini karena inventory merupakan salah satu alasan lancarnya proses penjualan dalam suatu usaha.

Khususnya untuk usaha kecil. Saat baru memulai usaha, usaha kecil tersebut akan sangat menggantungkan nasib usahanya pada pendapatan. Jadi inventory sangat penting untuk usaha kecil. Karena inventory adalah salah satu bagian penting usaha, prosesnya juga tidak bisa dilakukan secara sembarang. Artikel berikut ini akan membahas secara detail seputar inventory dan hal-hal penting yang perlu diingat oleh usaha kecil seputar inventory.

Penjelasan Inventory

Inventory Adalah

Secara umum, inventory adalah setiap produk, barang, souvenir, dan sebagainya yang bisa dijual oleh perusahaan untuk menghasilkan pendapatan pada usaha. Jadi setiap barang yang ada pada usaha kecil dan bisa dijual sebagai bagian usaha untuk mendapatkan pendapatan adalah inventory. Perlu diingat bahwa tidak setiap barang yang dimiliki usaha adalah inventory. Contoh yang paling mudah adalah usaha vendor koran dan pengirimannya. Koran yang dijual disebut dengan inventory tapi kendaraan yang digunakan untuk mengirim disebut dengan aset.

Pengertian tersebut bisa berbeda tergantung dari jenis usaha yang dijalankan. Contoh lainnya adalah dalam industri manufaktur, inventory adalah segala jenis barang jadi yang siap dijual dan juga bahan-bahan yang digunakan untuk membuat barang tersebut. Begitu juga termasuk di dalamnya adalah barang setengah jadi yang masih dalam proses pembuatan. Misalnya untuk usaha yang menjual sabun, maka inventory yang dimiliki usaha adalah sabun yang siap dijual dan bahan yang digunakan untuk membuat sabun. Sedangkan alat yang digunakan untuk membuat sabun disebut dengan aset.

Dalam industri jasa, pengertian dari inventory juga bisa berubah. Dalam usaha yang bergerak di bidang jasa, inventory adalah proses dan langkah yang dilakukan sebelum melakukan penjualan. Contoh sederhananya adalah dalam usaha penginapan, yang termasuk dalam inventory merupakan kamar yang kosong. Tempat tidur, meja dan lainnya yang ada di dalam kamar tersebut disebut dengan aset.

Baca Juga 
Perhatikan 5 Hal Ini Saat Memulai Bisnis Dealer Motor Bekas

 

Baca Juga: Tips Membuat Packaging Eco Friendly untuk Bisnis

 

Jenis-Jenis Inventory

Inventory Adalah

 

Setelah mengetahui pengertian dari inventory dari berbagai sudut pandang di atas, kamu juga perlu mengetahui jenis-jenis inventory. Karena pengertiannya bisa berbeda dari berbagai sudut pandang, tentunya ada beberapa jenis inventory yang berbeda juga. Berikut ini adalah beberapa jenis inventory tersebut. 

  1. Bahan Mentah


    Jenis yang pertama adalah bahan mentah. Di dalam jenis ini termasuk inventory berupa bahan-bahan mentah yang nantinya akan diproses menjadi barang jadi yang siap dijual. Golongan inventory untuk bahan mentah juga tergolong dalam beberapa bagian tergantung dari berapa banyak tahapan produksi. Jika tahap produksi melewati 3 bagian, maka inventory juga perlu digolongkan ke dalam tahapan masing-masing agar sesuai dengan kebutuhan yang ada.

    Penggunakan inventory berupa bahan mentah biasanya hanya ada di usaha yang berada dalam bidang manufaktur. Untuk usaha dalam bidang lain, tidak memerlukan adanya inventory berupa bahan mentah. Contoh sederhana adalah usaha ayam goreng. Bahan yang digunakan untuk membuat ayam goreng seperti tepung, bumbu, ayam, dan air termasuk dalam inventory.

  2. Barang Setengah Jadi


    Barang setengah jadi merupakan bahan mentah yang diproses menuju barang jadi. Prosesnya belum selesai menjadi barang yang sepenuhnya jadi sehingga masih disebut sebagai barang setengah jadi. Usaha dalam bidang manufaktur juga memiliki inventory berupa bahan setengah jadi yang bisa dijual kepada pembeli. Biasanya produk dijual ke usaha lain untuk diproses lagi.

    Contohnya adalah perusahaan kue menjual adonan kue yang belum dipanggang agar pembeli bisa mengolah sendiri. Tentunya proses penjualan seperti ini termasuk ke dalam golongan B2B. tapi tidak semua inventory barang setengah jadi bisa dijual. Beberapa perusahaan memasukkan barang setengah jadi dalam inventory untuk pemeriksaan berkala dan memastikan hasil akhir produk jadinya tetap berkualitas.

  3. Barang Jadi


    Inventory Adalah
    Barang jadi adalah jenis inventory yang sudah dalam bentuk produk jadi serta siap dijual ke pasar. Barang jadi merupakan produk yang sudah melalui quality control dan sudah siap dijual dalam kemasan. Contoh dari barang jadi tentunya bisa kita lihat di pasaran atau supermarket yang menjual berbagai barang jadi siap digunakan.

  4. Inventory MRO


    MRO merupakan singkatan dari Maintenance Repairing and Operating. Termasuk di dalam inventory adalah semua bahan atau barang yang digunakan untuk perbaikan, pemeliharaan, serta untuk menjaga kualitas peralatan yang digunakan. Jenis inventory ini biasanya digunakan dalam perusahaan manufaktur. Hanya saja, inventory ini tidak masuk ke dalam inventory yang tercatat dalam akuntansi. Ini juga merupakan jenis inventory yang tidak tergolong dalam barang yang dijual.

    Baca Juga: Packing adalah Proses Penting dalam Management Stock! Pelajari Di sini

  5. Inventory Penyangga


    Inventory penyangga adalah inventory yang disiapkan untuk kejadian yang tidak bisa diprediksi. Tentunya setiap usaha memiliki persediaan yang berbeda karena yang termasuk dalam jenis inventory adalah barang-barang yang memang disiapkan untuk keperluan darurat. Barang tersebut hanya digunakan jika terjadi perubahan tak terduga. Misalnya terdapat kecelakaan atau bencana pada pabrik  yang mengakibatkan banyak produk rusak dan tidak bisa dijual. Maka peran dari inventory adalah menggantikan produk yang rusak tersebut. Proses jual beli juga tetap bisa berlangsung dengan baik.

  6. Cycle Inventory

    Inventory Adalah
    Cycle memiliki arti dalam Bahasa Indonesia yaitu siklus. Barang-barang yang dimaksud dengan cycle inventory adalah jenis bahan yang digunakan untuk proses pembuatan barang jadi. Jumlahnya juga lebih banyak dari kebutuhan karena digunakan lebih banyak juga. Hal tersebut untuk mewaspadai kebutuhan barang jadi yang jauh lebih banyak sehingga usaha tetap bisa memproduksi barang jadi sesuai kebutuhan pasar.

  7. Decoupling Inventory


    Jenis inventory ini adalah jenis inventory yang merupakan persediaan untuk alat-alat. Alat yang dimaksud dalam inventory adalah alat untuk memproses bahan menjadi barang jadi. Jenis inventory ini sangat diperlukan untuk menjaga kualitas produk jadi dan memperlancar proses pembuatan produk. Jadi usaha bisa tetap lancar dalam proses penjualan. Contoh untuk decoupling inventory adalah rice cooker untuk usaha nasi bakar rumahan. Menyediakan lebih dari 1 rice cooker untuk antisipasi jika salah satu ada yang rusak, jadi proses memasak nasi bisa tetap berlangsung.

  8. Inventory Transit


    Jenis inventory transit adalah inventory yang dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain. Misalnya adalah produk jadi yang dikirimkan ke distributor atau bahan mentah yang dikirimkan dari supplier ke pabrik untuk diproses menjadi barang jadi.

 

Pemahaman seputar inventory adalah salah satu dasar dalam usaha. Kamu perlu mengetahui pengertian inventory dan apa saja yang termasuk ke dalam inventory agar proses berjalan usahamu tetap lancar. Selain itu, mengelola inventory juga akan memudahkanmu mengatur proses penjualan. Saat ini juga sudah banyak aplikasi untuk mengelola inventory yang memudahkan usaha kecil. Misalnya seperti SmartSeller dengan fitur inventory yang akan memudahkanmu mengelola inventory usahamu. Yuk langsung saja cek SmartSeller sekarang juga!

 

Baca Juga 
Tips Membuat Bisnis Model untuk Bisnis Minuman Kekinian