Bagi kamu yang punya toko online, satu hal penting yang jangan sampai terlewat adalah menyiapkan label pengiriman paket. Biasanya label tersebut dicetak menggunakan kertas yang menempel di atas paket yang akan dikirim. 

Kalau kamu perhatikan, hal ini sudah tidak asing dilakukan oleh para penjual dan jasa ekspedisi. Contoh label pengiriman paket yang sering kita temukan biasanya dicetak dengan menggunakan kertas stiker atau bisa juga ditulis manual menggunakan kertas HVS.

Jika kamu memilih opsi yang kedua, tentu kamu perlu waktu lebih lama untuk membuat label tersebut. Oleh karena itu, supaya proses menyiapkan pengiriman paket berjalan efektif, kamu perlu memahami alur pembuatan serta pemilihan bahan kemasan (packaging) dan label pengiriman yang berkualitas.

Apa itu label pengiriman paket?

Dengan menjual produk secara online, salah satu hal yang perlu kamu lakukan adalah menyiapkan pengemasan paket. Apa sajakah yang perlu dipersiapkan? Paling tidak, untuk mengemas barang jualan agar sampai dengan aman, diperlukan peralatan seperti dus sebagai kemasan dasar, plastik/ bubble wrap untuk melapisi pesanan di bagian luar atau dalam, lakban, stiker fragile (sebagai opsi), dan bagian label pengiriman yang ditempel di bagian atas paket.

Label pengiriman memberikan informasi penting bagi kurir ekspedisi dalam proses pengangkutan paket dari tujuan awal (gudang) ke tujuan akhir (alamat pelanggan). Pada label pengiriman, terdapat data lengkap terkait pengirim dan penerima.

Mengetahui contoh label pengiriman paket menjadi penting karena dibuat sebagai tanda pengenal atau identifikasi produk dalam proses pengiriman oleh ekspedisi. Kamu bisa mencetak label pengiriman dengan ukuran tertentu sesuai paket yang akan diberikan tempelan. Berikut ini beberapa keunggulan menggunakan label pengiriman untuk bisnsimu.

  1. Memudahkan kurir dan admin ekspedisi saat mengisi data ke sistem operasional.
  2. Memberikan kesan profesional pada online shop.
  3. Sebagai media branding dan sarana promosi.
  4. Lebih praktis daripada label pengiriman manual karena bisa langsung ditempel di atas paket.
  5. Terlihat estetik dan rapi.
Baca Juga 
Ini Dia, 4 Langkah Membangun Instagram Marketing!

Bagian isi pada label pengiriman

Membuat contoh label pengiriman paket tidak bisa asal. Ada beberapa informasi yang perlu kamu cantumkan supaya label pengiriman paket bermanfaat bagi kurir, jasa ekspedisi, ataupun penerimanya. Berikut adalah informasi yang perlu kamu cantumkan tersebut.

  1. Identitas pengirim. Kamu bisa mencantumkan nama toko, alamat pengirim, nomor telepon, alamat email, dan bisa juga tambahkan logo online shop.
  2. Identitas penerima. Untuk memudahkan proses pengantaran paket, jangan lupa cantumkan nama, telepon, serta alamat tujuan penerima dengan jelas.
  3. Ongkos kirim. Ongkos kirim biasanya akan disesuaikan dengan berat paket dan jarak pengirim dengan kota tujuan. Informasi ini berfungsi untuk memudahkan pelanggan dalam melakukan pembayaran, terutama jika paket dikirimkan dengan metode bayar di tempat (COD).
  4. Berat paket. Berat produk yang dikirim akan memengaruhi ongkos kirim yang perlu dibayarkan nantinya. Paket yang lebih besar ukurannya biasanya akan dikenakan tarif yang lebih mahal karena terdapat tambahan berat dari dimensi volume pada paket. Untuk itu, penjual perlu membayar tambahan ongkos kirimnya sesuai ketentuan jasa ekspedisi.
  5. Nomor resi. Nomor yang tertera pada label pengiriman ini berfungsi sebagai identitas paket agar mudah diketahui dan dilacak, baik oleh pengirim maupun penerima.
  6. Nama jasa pengiriman. Opsi ini tidak wajib, namun bisa dilakukan untuk memudahkan kamu dalam menceklis jasa ekspedisi dan layanan apa yang dipilih, seperti Reguler, Sameday, atau Ekonomis.

Bahan kertas label pengiriman

Untuk membuat label pengiriman, kamu perlu menyesuaikan bahan dan ukurannya agar sesuai dengan kebutuhan produk. Silakan buat label dengan kustomisasi desain, tulisan, serta warna yang relevan dan mudah dibaca. Berikut adalah beberapa bahan kertas yang bisa kamu gunakan dalam pembuatan label pengiriman paket.

  1. Kertas yupo. Jenis kertas yupo terbuat dari bahan sintetis yang tahan terhadap air dan minyak, serta bahan kimia lainnya. Bahan yang biasa digunakan untuk mencetak label ini tidak mudah sobek dan cocok di segala kondisi, baik kering maupun daerah lembap.
  2. Kertas bontax. Meskipun terlihat seperti kertas biasa, kertas ini sebenarnya memiliki daya rekat yang kuat. Bisa dipergunakan untuk berbagai bentuk kemasan produk sehingga tidak mudah lepas. Jika ditambahkan laminasi glossy atau doff, daya tahannya akan semakin bagus.
  3. Kertas vinyl. Kertas pilihan terbaik yang biasa digunakan untuk mencetak stiker label ini memiliki keunggulan tahan air, bertekstur glossy dan seperti plastik, serta lentur. Bahan kertas ini juga memiliki ketahanan terhadap suhu panas.
  4. Kertas HVS. Jenis kertas ini umumnya sering kita temukan dan memiliki berbagai ukuran serta ketebalan tertentu. Untuk dibuat label, kertas HVS perlu dilapisi adhesif pada komponen belakang agar bisa ditempelkan. Meski bisa digunakan untuk label, jika direkatkan dengan lem, ketahanannya kurang kuat serta mudah mengelupas. Apabila terkena air, maka hasil cetakan rentan luntur sehingga kamu perlu melapisi kemasan paket dengan plastik.
Baca Juga 
Cara Membuat Template Keren di Unggahan Instagram Bisnis!

Contoh label pengiriman paket

Ada berbagai jenis label pengiriman yang biasa digunakan. Varian label pengiriman ini bisa dikostumisasi sesuai dengan kebutuhan. Namun, setidaknya terdapat 4 contoh label pengiriman paket yang berfungsi untuk mempermudah proses kirim mengirim barang, di antaranya:

  1. Label pengiriman penjual, yaitu informasi seputar pengirim dan penerima paket. Pada label yang dibuat penjual bisa menampilkan logo brand, alamat website atau toko online yang dibuat sesuai custom design online shop sehingga menampilkan kesan profesional dan estetik. Namun, jika kamu berjualan melalui marketplace, biasanya label ini sudah otomatis dicetak dari data invoice pemesanan yang masuk.
  2. Label pengiriman ekspedisi, yaitu label yang dicetak apabila penjual telah menyerahkan paketnya ke jasa ekspedisi. Label ini biasanya mencantumkan nomor resi pengiriman, data penjual dan pembeli, kode kota tujuan awal dan akhir, ongkos kirim, berat paket, logo ekspedisi serta jenis layanan yang pelanggan pilih.
  3. Label fragile. Label atau stiker pengiriman ini bisa ditambahkan langsung oleh pihak penjual sebagai syarat dan ketentuan pengiriman produk yang mudah pecah (barang pecah belah/ cairan). Stiker ini ditempel pada bagian atas atau bawah paket agar pihak operasional kurir tahu dan mudah dalam menyortir paket sehingga lebih hati-hati saat memprosesnya.
  4. Label DG. Label atau stiker ini biasa digunakan oleh penjual atau pihak operasional ekspedisi untuk menandai paket yang berisi produk berbahaya, seperti bahan yang berpotensi meledak, produk aerosol, atau yang mengandung zat kimia berbahaya.

Demikian penjelasan mengenai contoh label pengiriman paket yang perlu kamu ketahui. Setelah memahami apa itu label pengiriman paket, kegunaan, keunggulan dan bagian isi label yang perlu dicantumkan, semoga kamu bisa langsung mengaplikasikannya saat mengirim barang pesanan.

Baca Juga 
5 Tips Untuk Perkuat Brand Produk

Jangan lupa untuk mempersiapkan produk serta pengemasan dengan kualitas terbaik agar pelanggan terpuaskan dengan pelayanan di tokomu. Jadi makin langganan, deh!