Beberapa hari lagi seluruh warga Tionghoa akan merayakan Tahun Baru Imlek. Imlek berasal dari kata Im = bulan dan Lek = Penanggalan, kata-kata tersebut berasal dari bahasa Hokkian yang berarti Kalender Bulan. Karena Imlek adalah tradisi perayaan pergantian tahun, jadi semua etnis Tionghoa dari agama apapun tetap merayakan Imlek.

Setiap menjelang Imlek, para etnis Tionghoa memiliki tradisi uniknya masing-masing. Dan untuk melaksanakan tradisi tersebut, mereka pasti membutuhkan tempat yang menjual segala kebutuhan perayaan Imlek. Tentunya, hal ini bisa menjadi kesempatan emas bagi Anda untuk memulai berjualan di tahun anjing (berdasarkan kalendar lunar) ini.

Lantas, produk apa saja sih yang sering diburu saat perayaan Imlek? Simak ulasannya di bawah ini, ya!

Lapis Legit

Kua Lapis Legit [sumber]

Lapis legit adalah kue manis yang memiliki bentuk berlapis-lapis. Kue tersebut dipercaya menjadi simbol rejeki yang berlapis-lapis dan kehidupan yang lebih manis di tahun berikutnya. Bagi Anda yang hobi membuat kue, di momen imlek ini Anda bisa menerima pesanan kue lapis legit. Buat kue Anda berbeda dengan lapis legit yang ada di pasaran, misalnya ada variasi di bagian lapisnya.

Jeruk Mandarin

Buah Jeruk Mandarin [sumber]

Jeruk mandarin yang sering dipilih adalah yang masih memiliki daun di tangkainya. Warna kuning keemasan dari jeruk mandarin, merupakan simbol kemakmuran dan kekayaan yang akan selalu tumbuh. Memang banyak sekali penjual buah jeruk mandarin di pasar, lantas apa yang membuat Anda berbeda dari mereka? Anda bisa berkreasi di packaging-nya, buat semenarik mungkin ya, Juragan 🙂

Siu Mie atau Mie Panjang Umur

Siu Mie atau Mie Umur Panjang [sumber]

Siu Mie memiliki tekstur kenyal, rasa gurih, dan panjangnya melebihi mie-mie pada umumnya. Siu Mie yang panjang, menjadi simbol untuk memperpanjang umur, kebahagiaan, dan rejeki yang melimpah. Siu Mie dipercaya bisa memperpanjang usia, jika seseorang menyantapnya dengan tidak terputus atau sampai ujung mie.

Manisan Segi Delapan

Penggunaan wadah berbentuk segi delapan ini juga tidak sembarangan dipilih. Angka 8 memiliki bentuk yang garisnya menyambung (tidak memiliki ujung), dan menjadi simbol kesatuan dan kesempurnaan.

Manisan Segi Delapan [sumber]

Setiap jenis manisan yang dipilih, juga tidak sembarangan. Berikut makna dari beberapa manisan segi delapan:

  • Melon : perkembangan dan kesehatan,
  • Kelapa kering atau segar : persahabatan dan kesatuan,
  • Jeruk kumquat : lambang emas dan kemakmuran,
  • Kelengkeng : banyak anak,
  • Biji teratai : kesuburan,
  • Leci : ikatan keluarga yang kuat,
  • Kacang tanah : panjang umur, dan
  • Semangka merah : kebahagiaan dan kejujuran.

Kuaci

Kuaci, salah satu biji-bijian yang menjadi makanan khas Imlek [sumber]

Camilan dari biji bunga matahari ini, memiliki simbol agar disegerakan memiliki keturunan. Kuaci menjadi pelengkap kebersamaan saat hari raya Imlek. Anda bisa menjualnya secara kiloan, atau juga bisa membuat packaging yang menarik seperti toples untuk kuaci.

Kue Keranjang

Kue keranjang [sumber]

Kue keranjang atau dodol cina, adalah kue berbahan tepung ketan dengan tesktur yang lengket. Karena teksturnya yang lengket, memiliki makna persaudaraan yang erat dan selalu menyatu. Rasa manis dari kue keranjang memiliki makna suka cita, menikmati keberkatan, kegembiraan, dan selalu berusaha memberi yang terbaik dalam hidup. Bentuk bulat (tidak memiliki sudut) dari kue keranjang, berarti dalam keluarga tidak pernah mementingkan satu orang saja, semuanya sama rata dan akan selalu bersama tanpa ada akhir.

Lampion

Lampion Khas Imlek [sumber]

Lampion atau lentera merah, memiliki arti kebersamaan, persatuan, semangat, kebahagiaan, keberuntungan, bisnis yang lancar dan sukses, serta penerangan dalam hidup. Anda bisa membuatnya sendiri, lho! Tersedia banyak video tutorial di youtube.

Pohon Harapan dan Amplop Merah Angpao

Angpao yang digantung di pohon harapan. [sumber]

Pemberian angpao berwarna merah sering kita jumpai saat imlek. Warna merah dipercaya dapat menangkal pengaruh jahat. Biasanya, si pemberi angpao akan memberikan pengharapan-pengharapan yang baik kepada yang diberikan angpao. Angpao biasanya juga dipasang pada pohon harapan atau Mei Hua. Pohon ini dipercaya sebagai simbol harapan, keuletan, kebahagiaan, dan kesejahteraan.

Dupa/Hio

Tidak sembarang dupa yang dipakai untuk bersembahyang. Dupa/Hio memiliki bau harum dan berbagai warna dengan kegunaan yang berbeda-beda.

Dupa atau Hio [sumber]

Berikut warna dari Hio dan perbedaannya:

  • Berganggang hijau : untuk persembahyangan di depan jenazah keluarga sendiri atau dalam masa berkabung.
  • Berganggang merah : untuk sembahyang pada umumnya (di altar Tuhan, Nabi, dan lainnya).
  • Besar dan ganggangnya panjang : khusus untuk upacara persembahyangan yang besar.
  • Tidak berganggang (berbentuk bubuk, dan lainnya) : untuk mengheningkan cipta, mendamaikan pikiran, mengusir hawa jahat.
  • Berbentuk spiral : hanya untuk bau-bauan saat acara berkabung.
  • Tiang Siu Hio : dupa tanpa ganggang, dibakar pada kedua ujungnya. Untuk bersembahyang kepada Tuhan, atau berdoa saat gawat dan meminta pertolongan dewa dengan segera.

Lilin

Lilin khas Imlek [sumber]

Lilin berwarna merah dengan ukuran yang besar saat Imlek, tidak boleh padam hingga perayaan Cap Go Meh. Lilin ini memiliki simbol bahwa si pembeli atau pembakar lilin akan diberi keberkahan, rezeki, jodoh, serta penerangan dunia akhirat. Semakin besar ukuran lilin, semakin besar juga rezekinya.

 

Nah, itulah produk-produk yang laris dibeli saat menjelang Imlek. Sebagian ada yang berupa kudapan wajib di keluarga, pernak-pernik Imlek, dan ada juga perlengkapan persembahyangan. Walaupun kita tidak ikut merayakan, namun kita bisa menyediakan apa yang dibutuhkan oleh yang merayakan. Indahnya kebersamaan dan akan saling menguntungkan, bukan? 🙂