Bisnis sudah berjalan, tetapi kamu masih ragu dengan penentuan harga jual yang sudah kamu tetapkan? Apakah kamu terlalu merendahkan harga produk atau layanan kamu? Atau kamu terlalu memberi harga yang berlebihan?

Gagal menentukan harga jual dengan benar dapat membuat pelanggan kamu menjauh dari bisnis kamu. Makin kamu membiarkan pertanyaan di atas tidak terjawab, makin bisnis kamu akan kehilangan uang. 

Okeh karena itu, SmartSeller menyusun artikel ini agar kamu dapat memahami lebih jauh untuk penentuan harga jual produk atau layanan bisnis kamu. 

Apa Itu Harga Jual?

Cara Menentukan Harga Jual

Harga jual suatu barang atau jasa adalah harga yang dibayar oleh pelanggan. Sangat penting untuk mengetahui cara penentuan harga jual karena jika kamu tidak menghasilkan keuntungan sekaligus mengamankan posisi di pasar, bisnis kamu tidak akan bertahan. Singkatnya, berhasil mengetahui cara menentukan harga jual suatu produk adalah win-win solution bagi kamu dan pelanggan kamu.

Namun, kemampuan bisnis dalam penentuan harga jual cukup memainkan peran penting dalam menentukan seberapa menguntungkan bisnis kamu.

Apa yang Menentukan Harga Jual?

Cara Menentukan Harga Jual

Kamu sebagai pelaku bisnis harus melihat beberapa hal sebelum membuat penentuan harga jual karena harga jual dapat bervariasi tergantung seberapa banyak pelanggan bersedia membayar, seberapa banyak penjual bersedia menerima, dan seberapa banyak persaingan harganya saat disandingkan dengan bisnis lain di pasar.

Misalnya, jika bisnis kamu berada di industri dengan persaingan yang tinggi, memiliki harga jual yang tinggi bisa membuat calon pelanggan baru justru menuju pesaing yang mungkin memberi layanan yang sama dengan biaya yang lebih murah. 

Namun tentu saja, tidak sepenuhnya semudah ini, itulah sebabnyakamu harus  melihat berbagai hal saat membuat penentuan harga jual. Di antaranya:

• Biaya Produksi

Biaya produksi adalah faktor paling mendasar yang dapat membuat penentuan harga jual akhir. Biaya produksi adalah tolak ukur bagi bisnis kamu untuk mengacu dan menambah margin keuntungan dalam menentukan harga jual yang sesuai.

Baca Juga 
20 Desain Packaging Unik dan Kreatif untuk Membangun Brand Online Shop Anda

•Target Margin Keuntungan untuk Bisnis

Bisnis dengan biaya operasional dan beban yang tinggi perlu menaikkan harga dengan persentase yang lebih tinggi dari harga biaya dibandingkan dengan bisnis dengan biaya dan beban yang lebih rendah.

• Produk atau Layanan yang Ditawarkan

Dalam hal produk penting seperti makanan, minuman dan kebutuhan pokok untuk rumah tangga, kamu dapat membebankan biaya yang lebih tinggi kepada pelanggan dengan meningkatkan harga jual. Namun, jika produk atau layanan bukan kebutuhan pokok, kemampuan pelanggan akan mempengaruhi harga jual yang kamu tetapkan.

Selain itu, pertimbangan lain masuk ke dalam mempengaruhi harga jual.  Misalnya, pelanggan yang membeli rumah ketika ada permintaan rumah sedang tinggi mungkin harus mengeluarkan sejumlah uang yang relatif tinggi.

Baca juga: 6 Cara Menghitung Harga Jual per Unit dalam Bisnis

2 Cara Penentuan Harga Jual yang Mudah 

Bagaimana kamu membuat penentuan harga jual untuk bisnis kamu? Ada dua metode umum yang sering digunakan untuk menentukan harga jual.

1. Cost-Plus Pricing

Cara Menentukan Harga Jual

Cara ini adalah metode paling umum dalam penentuan harga jual produk atau layanan bisnis dengan mudah. Kamu cukup mendapatkan total semua biaya untuk memproduksi satu unit produk atau layanan kamu.

Apa yang harus dimasukkan dalam biaya produk kamu?

Jika kamu menjalankan bisnis manufaktur, biaya produk kamu bisa saja mencakup semua bahan langsung dan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk membuat produk. Di sisi lain, jika kamu pengecer, kamu hanya akan menyertakan jumlah yang kamu bayarkan untuk produk tersebut.

Tapi, bagaimana dengan layanan?

Menentukan biaya layanan sedikit memang sedikit lebih rumit. Namun, kamu bisa mencobanya dengan mengetahui rutinitas dan biaya yang kamu keluarkan sepanjang memberi pelayanan kepada pelanggan. 

Baca Juga 
User Friendly adalah Kriteria untuk Produk yang Baik

Misalnya saat kamu menawarkan jasa perbaikan mobil, mungkin kamu membutuhkan biaya diagnosis masalah mobil, biaya ganti suku cadang, biaya memasang suku cadang baru, hingga menjalankan pengujian pada mobil.

Setelah kamu sudah mengetahui biaya produk atau layanan kamu, kamu bisa menambahkan margin saat menentukan harga jual yang sesuai.

Mari simak rumus dan contoh penentuan harga jual menggunakan metode cost-plus pricing di bawah.

HARGA JUAL = BIAYA TOTAL + MARGIN

Bisnis furnitur menghitung-hitung bahwa untuk membuat kursi mebel kayu akan membutuhkan sejumlah perincian biaya berikut.

Biaya material kayu : Rp5.000.000

Biaya tenaga kerja : Rp1.000.000

Biaya lain (sewa tempat, penyusutan alat, dsb): Rp500.000

Maka total biaya produk sebesar Rp6.500.000

Jika bisnis kamu ingin mempunyai margin sebesar 20% dari biaya produk, maka:

Harga Jual = Biaya Produk + Margin

= Rp6.500.000 + (20% x Rp6.500.000)

= Rp6.500.000 + Rp1.300.000

= Rp7.800.000

Dengan demikian, satu kursi kayu mebel di bisnis furnitur tersebut akan dijual seharga Rp7.8 juta dengan margin sebesar Rp1.3 juta

Baca juga: Berikut Ini adalah Rumus Contoh HPP dan Manfaatnya!

2. Target Costing

Cara Menentukan Harga Jual

Target costing adalah kebalikan dari cara cost-plus pricing. Alih-alih memulai dari biaya untuk penentuan harga jual, cara ini membuat kamu untuk memulai dengan harga pasar dalam menentukan batas biaya yang dapat kamu gunakan untuk membuat produk.

Bagaimana cara menentukan harga pasar?

Gunakan rata-rata. Di era digital ini, sangat mudah untuk melihat toko online dari pesaing bisnis kamu. Dari situ, kamu bisa mendapatkan perkiraan kasar berapa harga pasar rata-rata untuk produk atau layanan bisnis kamu.

Jika kamu memiliki produk yang unik, pertimbangkan produk serupa. Jika tidak, kamu yang akan menjadi penentu harga dan kamu bisa membuat harga sendiri di pasar.

Baca Juga 
Ini Dia, 4 Fitur yang Diprediksikan akan Hadir di WhatsApp for Business!

Dari harga pasar, kurangi margin keuntungan yang kamu inginkan, dan sisanya akan menjadi target biaya bisnis kamu.

Mari simak rumus dan contoh penentuan harga jual menggunakan metode targer costing di bawah.

Sebuah bisnis membuat produk kandang anjing. Setelah melihat harga kandang anjing di pasaran, kamu mendapat harga pasar rata-rata untuk satu buah kandang anjing sebesar Rp500.000. Berapa biaya yang harus kamu targetkan?

Harga pasar rata-rata = Rp500.000

Target margin = 50%

Target biaya = Rp250.000

Oleh karena itu, jumlah maksimum yang dapat digunakan untuk memproduksi setiap kadang anjing hanya Rp250 ribu. Menghabiskan lebih dari Rp250 ribu akan mengurangi margin yang bisnis inginkan.

Kamu juga harus ingat bahwa semakin umum produk atau layanan bisnis kamu, semakin rendah margin yang dapat kamu berikan saat menentukan harga jual.

Baca juga: Ini Dia Cara Mencari Laba Kotor yang Mudah untuk Bisnis

Demikian penjelasan mengenai cara penentuan harga jual produk atau layanan untuk bisnis. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan aplikasi SmartSeller dalam menentukan harga jual bisnis kamu.

Selain pengelolaan orderan bisnis, fitur penghubung kurir, dan terintegrasi dengan Marketplace, SmartSeller juga memberi insight dan laporan bisnis kamu secara detail dengan Fitur Business Analytics. SmartSeller menyajikan data seperti penjualan dan laba kotor, penjualan bersih dan laba bersih, hingga perhitungan pengeluaran dan biaya lain dalam bisnis.

Jadi, tunggu apalagi? Segera Daftar Gratis SmartSeller dan dapatkan kemudahan untuk membuat penentuan harga jual bagi bisnis kamu!