Membeli motor bekas menjadi pilihan alternatif kebanyakan orang. Karena pembeli bisa mendapatkan motor kualitas bagus dengan harga yang murah. Itulah kenapa memulai usaha dealer motor bekas mempunyai peluang bisnis yang besar.

Motor second yang masih bagus kondisinya, dapat laku di pasaran dan penjual masih bisa mendapatkan keuntungan. Asalkan motor tidak mengalami banyak kerusakan dan dokumennya lengkap.

Kamu bisa memulai usaha motor bekas dari rumah. Jika jumlah motor yang hendak dijual semakin banyak, pertimbangkan untuk menyewa atau membeli ruko. Serta pastikan keamanan di sekitar toko. Bahkan sebaiknya pasang CCTV untuk berjaga-jaga.

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memulai Bisnis Dealer Motor Bekas

Selain memepertimbangkan tempat berjualan dan faktor keamanan, kamu juga perlu memperhatikan beberapa hal lain. Bila ingin merintis bisnis jual beli motor bekas. Berikut ini 5 poin yang harus kamu perhatikan:

1. Teliti Dalam Memilih Motor

Sebelum membeli motor second untuk dijual kembali, perhatikan dengan baik kondisi motor. Jangan fokus pada bagian body motor saja.

Cek juga kondisi mesinnya, karena siapa tahu banyak kerusakan di sana-sini. Namun kamu tidak melihatnya karen body motor yang sudah dipoles ulang.

Jika perlu lakukan test drive untuk memastikan lebih lanjut. Selain itu lebih baik tidak memilih motor yang sudah dimodifikasi. Bentuk motor yang berubah dan tidak sesuai dengan standar yang ada, akan membuat harga motor turun.

2. Mengecek Kelengkapan Surat

Poin yang satu ini amat penting. Cek kelengkapan dokumen dari motor terkait. Yaitu BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) dan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan). Apakah sesuai dengan motor yang akan kamu beli.

Pastikan bahwa BPKB dan STNK tidak sedang dijadikan jaminan untuk pinjaman. Jadi pemilik harus membuktikan kelengkapan dokumen secara fisik.

Baca Juga 
Kenali Fitur Aplikasi Rekap Penjualan SmartSeller, Yuk!

Selain itu cek juga pajak kendaraan, apakah ada tunggakan atau tidak. Sebab motor yang memiliki tunggakan pajak, harga jualnya jadi lebih rendah.

3. Merawat Kondisi Motor

Sebelum menawarkan motor kepada calon pembeli, lakukan pengecekan ulang. Memastikan kondisi motor dan semua komponennya masih bagus.

Sambil menantikan pemilik baru dari motor-motor yang ada di dealer motor bekas, penjual harus merawat motor dengan baik. Menjaga kebersihan motor dan melakukan servis untuk memperbaiki bagian yang rusak. Dengan begitu harga motor tidak akan jatuh.

4. Riset Harga di Pasaran

Cara menentukan harga motor second yaitu dengan melakukan riset pasar. Mencari tahu rata-rata harga jual di pasaran untuk setiap jenis motor.

Dengan begitu kamu bisa memasang harga yang tidak terlalu tinggi tetapi tidak rendah juga. Namun beda lagi ceritanya jika motor bekas yang kamu tawarkan adalah motor edisi lama yang terbatas, alias antik. Tentu harganya akan lebih tinggi.

5. Strategi Penjualan

Hal penting lainnya dalam menjalankan bisnis motor bekas yaitu, strategi pemasaran. Rencanakan strategi penjualan yang efektif dan tepat sasaran. Kamu bisa memasarkannya secara online lewat marketplace.

Kamu juga dapat memanfaatkan komunitas motor atau bekerjasama dengan Showroom. Bagi kamu yang belum tahu, selama ini showroom juga menjual motor second, bukan hanya kendaraan keluaran terbaru.

Strategi lain yang bisa dicoba yaitu, bekerjasama dengan leasing, untuk memfasilitasi pembeli yang berniat membeli motor dengan cara kredit.

Menjalankan bisnis dealer motor bekas memang membutuhkan ketelitian. Supaya bisa menawarkan motor second dengan kualitas bagus dan harga yang kompetitif, namun tetap terjangkau bagi pembeli. Perhatikan 5 hal di atas sebelum mulai merintis bisnis motor bekas!

Baca Juga 
Tips Memilih Barang yang Tepat untuk Bisnis Dropship!

Tidak cuma itu, kamu bisa memasarkan di web jualan online milik SmartSeller! Caranya mudah dan terhubung ke banyak channel jualan. Tunggu apalagi, langsung aja pakai SmartSeller!