Dalam menjalankan sebuah bisnis, terdapat 5 fungsi manajemen yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan. Manajemen merupakan sebuah proses untuk mengatur jalannya suatu pekerjaan agar berjalan baik sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Manajemen memiliki fungsi yang sangat penting untuk bisnis karena fungsi manajemen ini berperan sebagai elemen dasar yang harus melekat.

Terdapat tiga karakteristik utama untuk menentukan proses dalam sebuah manajemen, yaitu sebagai berikut.

  • Fokus di tujuan perusahaan, yaitu berfokus pada visi dan misi utama sebuah perusahaan. Visi dan misi ini akan digunakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
  • Proses yang berkelanjutan, yaitu manajemen harus mengaitkan satu sama lain antara kegiatan dan fungsi, serta saling melengkapi
  • Melibatkan sumber daya perusahaan, yaitu suatu manajemen harus didukung dengan sumber daya perusahaan atau orang-orang yang tepat agar dapat mewujudkan tujuan perusahaan.

Nah, untuk memastikan setiap proses pekerjaan di sebuah bisnis berjalan lancar, maka terdapat 5 fungsi manajemen yang memiliki peran dan fungsinya masing-masing. 5 fungsi manajemen ini terdiri dari planning atau pengarahan, organizing atau pengorganisasian, staffing, directing atau pengarahan, dan controlling atau pengawasan.

Baca juga: Manajemen Bisnis: Pengertian, Fungsi dan Penerapannya

1. Planning atau Perencanaan

Planning atau Perencanaan

Hal yang paling mendasar dalam 5 fungsi manajemen adalah planning atau perencanaan. Planning adalah suatu rangkaian yang penting dilakukan karena berperan untuk menentukan arah suatu perusahaan agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Agar mendapatkan hasil yang terbaik untuk perusahaan, dibutuhkan perencanaan yang matang dan strategis yang tepat untuk mengelola manajemen suatu bisnis. Manfaat dari adanya planning dalam 5 fungsi manajemen sebuah bisnis adalah untuk menjamin tercapainya tujuan, menjadi pedoman dalam melaksanakan tujuan, agar mudah untuk melakukan pengawasan, dan untuk menghindari resiko yang kemungkinan akan terjadi di masa depan.

Suatu perencanaan dalam sebuah bisnis harus dibuat secara sistematis. Terdapat empat tahapan untuk melakukan proses perencanaan, yaitu menetapkan serangkaian tujuan, merumuskan situasi dan kondisi saat ini, mengidentifikasi kemudahan dan hambatan, serta mengembangkan suatu rencana untuk mencapai tujuan. Pada saat menerapkan perencanaan sebagai 5 fungsi manajemen, dibutuhkan seseorang yang mengatur perencanaan ini untuk mencari sebuah alternatif untuk mencapai tujuan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Sebuah bisnis tanpa adanya perencanaan ke depan, maka dipastikan tidak akan mendapatkan hasil yang optimal. Oleh karena itu, kemungkinan terburuk yang terjadi akan berdampak pada keberlangsungan bisnis.

2. Organizing atau Pengorganisasian

Organizing atau Pengorganisasian

5 fungsi manajemen selanjutnya adalah organizing atau pengorganisasian. Sesuai dengan namanya, organizing adalah sebuah rangkaian pembagian tugas yang akan dikerjakan dan proses pengembangan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan sebuah perusahaan. Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan untuk membangun sebuah hubungan kerja yang produktif demi tercapainya tujuan perusahaan. Selain itu, pengorganisasian dalam 5 fungsi manajemen ini juga agar mempermudah seorang manajer untuk melakukan pengawasan yang lebih efektif dan optimal sehingga dapat menentukan sumber daya manusia yang diperlukan dalam setiap kegiatan

Supaya sebuah bisnis dapat berjalan dengan baik, 5 fungsi manajemen kategori pengorganisasian memiliki beberapa proses, seperti proses identifikasi, perumusan tujuan secara jelas, melakukan pembagian tugas pekerjaan sesuai dengan perannya, pelimpahan wewenang dan menciptakan tanggung jawab, serta melakukan unsur koordinasi dengan pihak yang berwenang di sebuah bisnis.

3. Staffing

Staffing

Setelah organizing, 5 fungsi manajemen yang wajib dilakukan dalam sebuah perusahaan adalah staffing. Dapat dikatakan staffing hampir sama dengan 5 fungsi manajemen kategori organizing. Namun, staffing berfokus pada penempatan sumber daya perusahaan yang tepat di tempat yang paling sesuai dengan bidang keahliannya. Staffing dilakukan untuk menjaga dan mempertahankan struktur organisasi. Fungsi manajemen staffing tidak hanya tentang masalah tenaga kerja saja, tetapi meliputi semua sumber daya perusahaan, termasuk peralatan, inventaris untuk kontrol stok barang, dan sumber daya lainnya.

Dalam melakukan 5 fungsi manajemen staffing ini perlu melibatkan beberapa hal, yaitu sebagai berikut.

  • Manpower planning
  • Rekrutmen staf jika ada kekosongan di divisi tertentu
  • Seleksi staf yang mendaftar
  • Penempatan staf sesuai dengan bidangnya
  • Pelatihan staf
  • Remunerasi
  • Penilaian kinerja staf
  • Promosi dan transfer

Baca juga: Manajemen Stock Sesuai dengan Barang yang Dijual

4. Directing atau Pengarahan

Directing atau Pengarahan

5 fungsi manajemen lainnya adalah directing atau pengarahan. Fungsi manajemen ini berguna untuk mengarahkan sumber daya dalam sebuah bisnis agar bekerja secara efisien sehingga dapat mencapai target yang sudah ditentukan. Pasalnya, 5 fungsi manajemen kategori pengarahan ini untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas dalam sebuah perusahaan.

Selain itu, fungsi pengarahan ini juga berguna untuk memastikan adanya koordinasi dari setiap divisi supaya harmonisasi dalam lingkungan kerja dapat tercipta. Seorang manajer yang akan mengarahkan sumber daya, mengelola ide, memberikan feedback, serta menginspirasi para tenaga kerja untuk selalu bekerja supaya mencapai tujuan. Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam 5 fungsi manajemen ini adalah pengawasan, memberikan motivasi ke tenaga kerja supaya dapat bekerja secara maksimal, menerapkan kepemimpinan, memberikan penjelasan terkait jobdesc, dan saling komunikasi.

5. Controlling atau Pengawasan

Controlling atau Pengawasan

Fungsi manajemen yang terakhir dalam 5 fungsi manajemen, yaitu controlling atau pengawasan. Fungsi dari controlling ini adalah untuk memastikan kalau keempat fungsi manajemen lainnya berjalan dengan baik sehingga sebuah bisnis dapat mencapai tujuannya dengan baik. Selain itu, controlling berfungsi untuk menilai pekerjaan yang sudah dilakukan oleh semua tenaga kerja di sebuah perusahaan. Hal ini dilakukan agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu dan budget yang diperlukan tidak melebihi dari fungsi manajemen perencanaan yang sudah dibuat.

Apabila ada terjadi sebuah kesalahan pada saat mengerjakan tugas, maka harus dikoreksi dan dijadikan sebuah pembelajaran untuk rencana berikutnya. Soalnya, sebuah bisnis yang baik adalah bisnis yang bisa saling bekerja sama dalam tim dan saling bersinergi. Makanya, controlling penting untuk dilakukan supaya bisa mengoptimalkan bisnis sesuai dengan rencana yang sudah disusun dengan matang.

Terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan untuk 5 fungsi manajemen kategori controlling, yaitu sebagai berikut.

  • Mengukur kinerja kerja para tenaga kerja
  • Menilai kinerja dari para tenaga kerja
  • Melakukan evaluasi terhadap tenaga kerja
  • Memastikan tenaga kerja berjalan ke arah yang tepat
  • Memastikan bahwa semua pekerjaan bisa selesai sesuai dengan tenggat waktu dan tidak melebihi alokasi budget.

5 fungsi manajemen ini harus diterapkan dengan baik untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan serta membantu bisnis berjalan sesuai rencana. Selain 5 fungsi manajemen, kamu juga bisa menerapkan fitur Order Management pada aplikasi SmartSeller di bisnis kamu. Soalnya, fitur ini berguna untuk membantu mengelola orderan dari semua channel penjualan supaya operasional bisnis kamu lebih efisien. Yuk, download aplikasi SmartSeller sekarang juga, ya!